Aktivis Pro Palestina Inggris Duduki Pabrik Drone Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis pro Palestina memanjat gedung pabrik UAV Tactical Systems yang membuat drone Israel di kawasan industri Leicester dan menghentikan operasi pabrik, 19 Mei 2021.[Palestine Action/Guy Smallman/Middle East Eye]

    Aktivis pro Palestina memanjat gedung pabrik UAV Tactical Systems yang membuat drone Israel di kawasan industri Leicester dan menghentikan operasi pabrik, 19 Mei 2021.[Palestine Action/Guy Smallman/Middle East Eye]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah aktivis pro Palestina di Inggris, Palestine Action, menduduki pabrik drone Israel di kawasan industri Leicester, Rabu kemarin.

    Sekelompok aktivis Palestine Action merantai gerbang pabrik dan naik ke pabrik UAV Tactical Systems, yang merupakan anak perusahaan dari Elbit Systems, sebuah perusahaan elektronik pertahanan yang berbasis di Israel, dan Thales, sebuah perusahaan kedirgantaraan Prancis, di Meridian Business Park kota Braunstone, LeicestershireLive melaporkan, 20 Mei 2021.

    Palestine Action, yang terdiri dari kelompok dan aktivis di seluruh Inggris, mengambil tindakan langsung terhadap lokasi Elbit Systems di Inggris termasuk di Greater Manchester dan Staffordshire.

    Empat aktivis berpakaian merah naik ke atap pabrik dan melambaikan bendera Palestina pada Rabu, Middle East Eye melaporkan.

    Sementara puluhan aktivis lainnya memprotes di luar lokasi di sebuah kawasan industri di pinggiran kota, ketika petugas polisi menutup pintu masuk ke fasilitas tersebut.

    "Elbit menguji senjatanya di Palestina dan menggunakan Gaza dan Tepi Barat sebagai situs pengujian langsung," kata Huda Ammori dari Palestine Action, salah satu kelompok di balik protes di situs tersebut, dikutip dari Middle East Eye.

    Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan udara Israel di tengah pertempuran Israel-Palestina, di Kota Gaza, 19 Mei 2021. REUTERS/Mohammed Salem

    Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik kekerasan Israel terhadap warga Palestina, dan truk yang tiba di pabrik itu diarahkan pergi oleh petugas polisi.

    Kemarahan diarahkan tidak hanya pada orang Israel tetapi juga pada pemerintah Inggris atas apa yang dikatakan para aktivis sebagai "genosida" terhadap Palestina.

    "Semua politisi, terutama Boris Johnson, yang menganggap enteng genosida Palestina, terlibat," kata Ferhat Ulusu, salah satu aktivis yang memanjat ke atap pabrik pada Rabu dini hari.

    "Semua orang yang diam terlibat. Kini waktunya untuk menutup Elbit sekarang. Ini sudah keterlaluan." papar Ulusu.

    Dalam sebuah pernyataan, Serikat Brigade Pemadam Kebakaran Leicestershire mengatakan anggotanya dipanggil ke tempat kejadian tetapi tidak mengambil tindakan lebih lanjut selain memastikan keselamatan mereka yang berpartisipasi dalam aksi protes.

    "Para pegawai serikat segera mengingatkan para manajer senior bahwa sebagai petugas pemadam kebakaran, kami adalah, dan akan tetap, menjadi pelayan kemanusiaan yang bangga dan peran kami tidak melibatkan penegakan hukum," kata serikat itu dalam sebuah pernyataan.

    "Serikat Brigade Pemadam Kebakaran mendukung solidaritas Palestina dan hak untuk protes," lanjutnya.

    Aktivis yakin pabrik itu membangun pesawat udara tak berawak yang telah digunakan oleh Israel untuk menyerang Jalur Gaza.

    Pengambilalihan pabrik drone Israel terjadi di tengah kampanye pengeboman Israel di Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 219 warga Palestina, termasuk 63 anak-anak dan 36 perempuan.

    Baca juga: Pekerja Pelabuhan Italia Tolak Angkut Senjata dan Bom yang Dikirim ke Israel

    LEICESTERSHIRE LIVE | MIDDLE EAST EYE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.