Pekerja Pelabuhan Italia Tolak Angkut Senjata dan Bom yang Dikirim ke Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Israel bertugas di unit artileri dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, di sisi Israel 18 Mei 2021. [REUTERS / Baz Ratner]

    Seorang tentara Israel bertugas di unit artileri dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, di sisi Israel 18 Mei 2021. [REUTERS / Baz Ratner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerja pelabuhan Italia di Kota Livorno pada Ahad menolak mengangkut kargo senjata dan peledak setelah mengetahui tujuan pengiriman kargo ke Pelabuhan Ashdod Israel.

    "Pelabuhan Livorno tidak akan menjadi kaki tangan dalam pembantaian rakyat Palestina," kata L'Unione Sindacale di Base (USB), serikat pekerja pelabuhan Italia, dikutip dari kantor berita WAFA Palestina, 19 Mei 2021.

    USB mengatakan kapal tersebut berisi senjata dan bahan peledak yang akan membunuh warga sipil Palestina, yang telah dilanda serangan hebat yang telah menewaskan ratusan korban sipil, termasuk anak-anak.

    Tim penyelamat membawa Suzy Eshkuntana, 6 tahun, saat mereka menariknya dari puing-puing bangunan di lokasi serangan udara Israel, di Kota Gaza 16 Mei 2021. [REUTERS / Mohammed Salem]

    Sebuah laporan oleh The Weapon Watch, sebuah LSM berbasis di Genoa yang memantau pengiriman senjata di pelabuhan Eropa dan Mediterania, memberitahu serikat pekerja pelabuhan informasi tujuan kapal dan isinya.

    LSM tersebut mendesak pemerintah Italia untuk mempertimbangkan apakah mereka menangguhkan sebagian atau semua ekspor militer Italia ke wilayah konflik Israel-Palestina.

    Meskipun pengiriman tersebut tetap berlanjut ke Napoli, karena sebagian besar pekerja pelabuhan lainnya terus memuat kapal, kelompok pekerja Italia lainnya telah menyerukan koordinasi antara pekerja pelabuhan untuk mencegah pengiriman senjata yang dapat digunakan untuk mengebom Gaza.

    Pekerja USB akan mengambil bagian dalam protes jalanan untuk menyerukan penghentian segera pemboman di Gaza, kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan, The Independent melaporkan.

    Protes telah terjadi di berbagai kota Italia minggu ini, menyusul agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Yerusalem.

    Baca juga: RI Impor Senjata dan Amunisi dari Israel Senilai USD 1,3 Juta Tahun Lalu

    WAFA | THE INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.