PM Australia Bantah Rasis Karena Larang Siapa pun dari India Masuk

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara selama konferensi pers bersama yang diadakan dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di Admiralty House di Sydney, Australia, 28 Februari 2020. [REUTERS / Loren Elliott / File Foto]

TEMPO.CO, - Perdana Menteri Australia Scott Morrison berkukuh tetap melarang masuk dan mengancam memenjarakan bagi siapa pun dari India. Ia membantah hal itu sebagai perbuatan rasis.

Larangan ini disebut sebagai tindakan rasis, tidak bermoral, dan berpotensi ilegal. Ribuan warga Australia pun terdampar di India karena tak bisa kembali.

Mendapat kritik yang luas dari publik, Morrison sedikit melunak. Ia mengatakan sangat tidak mungkin memenjarakan orang yang melanggar aturan tersebut. "Saya pikir kemungkinan semua itu terjadi hampir nol," kata Morrison dikutip dari The National News, Rabu, 5 Mei 2021.

Di antara warga Australia yang terjebak adalah beberapa bintang kriket yang bermain di Liga Utama India.

Komentator dan mantan bintang kriket Tes Michael Slater termasuk di antara mereka yang mengkritik keputusan Morrison dan menyebutnya sebagai aib. "Darah di tanganmu PM. Berani-beraninya kamu memperlakukan kami seperti ini," cuitnya. 

"Jika Pemerintah kami memperhatikan keselamatan warga Australia, mereka akan mengizinkan kami pulang," ucap dia.

Australia telah menghindari pandemi terburuk lewat beberapa kontrol perbatasan yang paling ketat di dunia. Ada larangan menyeluruh untuk bepergian ke-dan-dari luar negeri dengan sedikit pengecualian.

Sebagian besar pendatang dilarang masuk dan siapa pun yang sampai ke negara itu harus melakukan karantina hotel wajib selama 14 hari.

Australia telah memberikan 2,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari total 25 juta orang populasinya.

Baca juga: Australia Bakal Penjarakan Siapa Saja yang Datang Dari India

Sumber: THE NATIONAL NEWS






Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

41 menit lalu

Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

Perintah Mahkamah Agung akan mempengaruhi setidaknya 500 gerai komersial di sekitar Taj Mahal.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

6 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

12 jam lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

22 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

22 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

1 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

1 hari lalu

Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

Seorang pria di India menyesali keberuntungannya setelah menang lotre Rp 4,7 miliar.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

1 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

2 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.