Stoking dan Kain Bekas Darah Napoleon Bonaparte Akan Dilelang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potret dada Kaisar Prancis Napoleon I, mengenakan seragam pemburu kuda dari Pengawal Kekaisaran, dilukis oleh Aubert-Henri Joseph Parent (1753-1835), dipajang di balai lelang Osenat sebelum dilelang untuk peringatan dua abad kematian Napoleon , di Fontainebleau, dekat Paris, Prancis, 30 April 2021. [REUTERS / Sarah Meyssonnier]

    Potret dada Kaisar Prancis Napoleon I, mengenakan seragam pemburu kuda dari Pengawal Kekaisaran, dilukis oleh Aubert-Henri Joseph Parent (1753-1835), dipajang di balai lelang Osenat sebelum dilelang untuk peringatan dua abad kematian Napoleon , di Fontainebleau, dekat Paris, Prancis, 30 April 2021. [REUTERS / Sarah Meyssonnier]

    TEMPO.CO, Jakarta - Koleksi pribadi Napoleon Bonaparte akan dilelang pekan ini, termasuk kain bekas noda darah Napoleon dan dan stokingnya.

    Kain bernoda darah yang ditempatkan di atas tubuhnya selama otopsi dan koleksi lainnya, mulai dijual di lelang untuk menandai peringatan ke-200 tahun kematiannya.

    Mantan kaisar Prancis itu meninggal pada 5 Mei 1821, dalam usia 51 tahun, di pulau Saint Helena di Samudra Atlantik selatan, tempat ia dibuang oleh Inggris setelah kekalahannya pada 1815 di Pertempuran Waterloo.

    Dikutip dari Reuters 4 Mei 2021, total sekitar 360 barang akan dijual oleh balai lelang Osenat pada 5 Mei, dengan beberapa barang yang bakal menarik perhatian kolektor seperti potongan rambut Napoleon, sepasang stoking sutra dan kemeja lengan panjang bersulam huruf 'N' dengan jahitan merah.

    Kain bernoda darah itu diperkirakan harganya mencapai 15.000 euro (Rp 260 juta).

    Kain itu datang dengan catatan yang ditulis pada tahun 1875 oleh Duke of Bassano, yang ayahnya diberi perban oleh marquis of Montholon, seorang jenderal militer yang mengikuti Napoleon ke pengasingan di Saint Helena dan tinggal di sana sampai kematian kaisar.

    "Dalam noda darah ini Anda memiliki DNA kaisar. Anda tidak bisa lebih intim dari itu," kata juru lelang Jean-Pierre Osenat.

    Arloji saku dengan sosok Kaisar Prancis Napoleon I dipajang di balai lelang Osenat, sebelum dilelang untuk peringatan dua abad kematian Napoleon, di Fontainebleau, dekat Paris, Prancis, 30 April 2021. [REUTERS / Sarah Meyssonnier]

    Banyak artefak yang dijual dibawa kembali dari Longwood House, kediaman terakhir Napoleon, sebuah rumah berbau apak di pulau yang dipenuhi tikus dan berangin.

    Koleksinya juga termasuk piring hiasan Napoleon yang digunakan untuk makan malam dan piala kristal, serta beberapa pakaian.

    "Napoleon memiliki banyak sekali kemeja," kata Osenat. "Dia sangat terobsesi dengan kebersihan. Dia mandi tiga sampai empat kali sehari, menghabiskan 20 sampai 30 liter cologne sebulan dan selalu mengganti bajunya."

    Pakaiannya adalah bagian dari gambar yang dibuat dengan hati-hati. Napoleon dan topi 'bicorne' miliknya tak terhapuskan dalam gambaran publik.

    Pada awal abad ke-19, topi bicorne dikenakan dengan sudut mengarah ke depan dan ke belakang, tetapi Napoleon mengubah sudut agar dirinya diperhatikan, kata Jean-Christophe Chataignier, direktur departemen Kekaisaran balai lelang itu.

    "Napoloeon Bonaparte ingin membuat penampilan untuk dirinya sendiri," kata Chataignier.

    Baca juga: Letusan Gunung Tambora 206 Tahun Lalu, Buat Napoleon Bonaparte Kalah di Waterloo

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.