Survei Gallup: 3 Dari 10 Orang Dewasa Menolak Vaksinasi COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Lindsay, seorang perawat dari  Long Island Jewish Medical Center saat diberikan vaksin Covid-19 Pfizer oleh Dr. Michelle Chester di New Hyde Park, New York, 14 Desember 2020. Suntikan pertama vaksinasi Covid-19 massal Amerika Serikat akan diberikan pada Senin pagi setelah Pfizer Inc dan mitranya memulai pengiriman vaksin Covid-19 ke seluruh negara bagian. Mark Lennihan/Pool via REUTERS

    Sandra Lindsay, seorang perawat dari Long Island Jewish Medical Center saat diberikan vaksin Covid-19 Pfizer oleh Dr. Michelle Chester di New Hyde Park, New York, 14 Desember 2020. Suntikan pertama vaksinasi Covid-19 massal Amerika Serikat akan diberikan pada Senin pagi setelah Pfizer Inc dan mitranya memulai pengiriman vaksin Covid-19 ke seluruh negara bagian. Mark Lennihan/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Gallup menunjukkan bahwa belum semua orang mendukung kampanye vaksinasi COVID-19. Temuan Gallup, sebanyak 1,3 miliar penduduk dunia di tahun 2020 menyatakan tidak akan mengikuti vaksinasi COVID-19 meski ditawari secara gratis sekalipun.

    Kesimpulan itu didapat Gallup usai mensurvei kurang lebih 300 ribu orang yang tersebar di 117 negara. Hasilnya, 68 persen orang dewasa menyatakan mau divaksin jika ditawari gratis, 29 persen menolak, dan 3 persen belum menentukan jawaban.

    Menurut laporan CNN, 3 Mei 2021, temuan Gallup tersebut mencengangkan. Sebab, angka itu masih di bawah syarat yang dibutuhkan untuk mencapai herd immunity atas virus COVID-19. Standar yang ditetapkan berbagai organisasi kesehatan, vaksinasi COVID-19 butuh mengcover 70-85 persen dari populasi dunia agar herd immunity bisa dicapai.

    Perlu digarisbawahi bahwa survei itu diambil di tahun 2020. Perkembangan pandemi COVID-19 di dunia berpotensi mengubah sikap warga. Salah satu contohnya di Amerika. Survei Gallup 2020 menunjukkan 53 persen warga Amerika ragu untuk menerima vaksin. Beberapa bulan kemudian, dalam survei lokal, 74 persen warga Amerika menyatakan siap untuk divaksin.

    Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelaku usaha di Thamrin City, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021. Vaksinasi COVID-19 tersebut dilakukan untuk para pedagang UKM, karyawan yg ada di lingkungan Thamrin City. ANTARA/Galih Pradipta

    Di Asia, keinginan untuk divaksin tergolong tinggi. Di Myanmar, yang sekarang tengah menghadapi krisis, 96 persen warganya menyatakan mau untuk divaksin. Hal senada ditunjukkan oleh Thailand, Nepal, Laos, dan Kamboja di mana angka dukungan terhadap vaksinasi COVID-19 di kisaran 84-87 persen.

    Adapun region dengan keraguan tertinggi menurut Gallup adalah Eropa Timur. Di sana, keinginan untuk divaksin di bawah 50 persen. Keinginan terendah berada di Kazakhstan, 25 persen. Angka serupa ada di Hungaria dengan 30 persen, Bulgaria 33 persen, dan Rusia 37 persen. Ironisnya, Rusia adalah salah satu negara pertama di dunia yang mengesahkan vaksin COVID-19 mereka, Sputnik V.

    Sebagai tambahan, per hari ini, kurang lebih ada 1,16 miliar dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan di dunia. Angka tersebut setara dengan 15 dosis per 100 orang. Adapun angka vaksinasi tertinggi masih terpusat di negara-negara kaya dibandingkan negara-negara miskin.

    Israel menjadi salah satu negara dengan kampanye vaksinasi COVID-19 tersukses. Dari total warganya, 56 persen telah divaksin penuh. Jumlah dosis vaksin COVID-19 yang telah diberikan adalah 10,4 juta.

    Baca juga: FDA Akan Sahkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Remaja

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.