Denmark Tolak Penggunaan Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson

Botol berlabel "COVID-19 Coronavirus Vaccine" dan jarum suntik terlihat di depan terpampang logo Johnson & Johnson dalam ilustrasi yang diambil, 9 Februari 2021 ini. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

TEMPO.CO, Jakarta - Denmark menjadi negara pertama di dunia yang mengeluarkan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson dari kampanye vaksinasi mereka. Dikutip dari Channel News Asia, otoritas kesehatan Denmark mengambil keputusan itu karena keterkaitan teknologi vaksin Johnson & Johnson dengan pembekuan darah.

Penolakan vaksin Johnson & Johnson ini juga yang kali kedua untuk Denmark. Bulan April lalu, mereka mengeluarkan vaksin AstraZeneca dari kampanye vaksinasinya. Alasannya sama, mereka khawatir teknologi yang dipakai AstraZeneca berpotensi menimbulkan kasus pembekuan darah walau langka.

"Manfaat yang ditawarkan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson tidak melebihi resiko efek samping yang bisa diderita penerimanya," ujar Otoritas Kesehatan Denmark, Senin kemarin waktu setempat, 3 Mei 2021.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, teknologi yang dipakai oleh Johnson & Johnson dan AstraZeneca adalah sama. Kedua vaksin COVID-19 tersebut menggunakan teknologi Adenovirus. Vaksin berteknologi Adenovirus menekankan pada modifikasi virus agar protein yang dimilikinya mampu membentuk imun untuk melindungi penerima dari virus sesungguhnya.

Teknologi itu menjadi sorotan bulan lalu ketika beberapa kasus pembekuan darah muncul pada penerima vaksin Johnson & Johnson serta AstraZeneca. Adapun kasus muncul pada kelompok usia dewasa, di bawah usia lansia. Beberapa negara, tidak hanya Denmark, sampai menunda penggunaan kedua vaksin.

Botol dan jarum suntik terlihat di depan logo Johnson & Johnson yang ditampilkan dalam ilustrasi yang diambil pada 11 Januari 2021. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

Otoritas Kesehatan Denmark tidak menyangkal pengeluaran vaksin Johnson & Johnson bakal berdampak terhadap kampanye vaksinasi COVID-19 mereka. Perkiraan Denmark, kampanye vaksinasi mereka bakal terdampak selama empat pekan untuk mencari vaksin COVID-19. Sebab, vaksin Johnson & Johnson mengcover 30 persen dari total pengadaan vaksin mereka.

Secara terpisah, Parlemen Denmark pada Senin kemarin memutuskan untuk mengizinkan penggunaan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca untuk digunakan secara sukarela. Namun, resiko harus ditanggung sendiri oleh penerima.

Sejauh ini, Denmark telah menyuntikkan vaksin COVID-19 terhadap 11,5 persen populasinya. Seiring dengan hal tersebut, kegiatan ekonomi mulai digelar kembali sejak Maret lalu. Hal itu mulai dari restoran, kafe, hingga stadion olahraga.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Kembali Didistribusikan di Eropa

ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA






Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

3 jam lalu

Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

Pemerintah Denmark meminta kapal menghindari radius lima mil laut dari pulau Bornholm setelah terjadi kebocoran gas dari pipa Nord Stream 2 Rusia


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

16 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

1 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

1 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Rangkuman 10 Laga UEFA Nations League: Belanda ke Semifinal, Prancis Kalah

1 hari lalu

Rangkuman 10 Laga UEFA Nations League: Belanda ke Semifinal, Prancis Kalah

Timnas Belanda memastikan satu tempat di semifinal UEFA Nations League setelah menang atas Belgia. Memimpin klasemen Grup 4.


Hasil UEFA Nations League: Belanda vs Belgia 1-0, Denmark vs Prancis 2-0

1 hari lalu

Hasil UEFA Nations League: Belanda vs Belgia 1-0, Denmark vs Prancis 2-0

Timnas Belanda dan Timnas Denmark sama-sama meraih kemenangan. Namun hanya Belanda yang melaju ke semifinal UEFA Nations League.


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

1 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022