FDA Akan Sahkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Remaja

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menunjukan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech COVID-19. Badan Obat Norwegia (NMA) mengatakan hasil otopsi terhadap 13 jenazah menunjukkan bahwa efek samping umum vaksin covid-19  REUTERS/Andreas Gebert

    Petugas medis menunjukan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech COVID-19. Badan Obat Norwegia (NMA) mengatakan hasil otopsi terhadap 13 jenazah menunjukkan bahwa efek samping umum vaksin covid-19 REUTERS/Andreas Gebert

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan makin banyaknya warga dewasa yang telah menerima vaksin COVID-19, kampanye vaksinasi di Amerika mulai menyasar remaja sebagai target selanjutnya. Dikutip dari CNN, Badan Regulator Obat-obatan dan Makanan Amerika (FDA) akan segera mengesahkan penggunaan vaksin COVID-19 untuk remaja berusia 12-15 tahun.

    Jika tak ada halangan, pengesahan itu berlangsung pekan depan. Saat ini, FDA tengah mengkaji data-data dari Pfizer soal penggunaan untuk remaja. Menurut data Pfizer, penggunaan vaksin COVID-19 mereka terhadap kelompok usia yang dituju memiliki efikasi 100 persen dan tanpa efek samping.

    "FDA tidak bisa memprediksi bakal berapa lama kajian berlangsung. FDA akan menggunakan waktunya sebaik mungkin, menggunakan metodi sains yang teruji," ujar FDA dalam keterangan persnya, dikutip dari CNN, Selasa, 4 Mei 2021.

    FDA melanjutkan bahwa pengesahan ini kemungkinan besar tidak akan melalui pertemuan Dewan Penasihat Produk Biologis (VRBPAC). Alasan FDA, karena kajian yang tengah berlangsung menunjukkan hasil positif sejauh ini. Selain itu, kata FDA, penggunaan vaksin COVID-19 pada kelompok remaja umumnya tidak jauh berbeda dengan dewasa karena karakteristik kedua kelompok yang relatif sama.

    Seorang wanita hamil menerima vaksin Covid-19 di Schwenksville, Pennsylvania, AS, 11 Februari 2021. Para wanita hamil tersebut disuntik vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech. REUTERS/Hannah Beier

    Jika belakangan memang perlu digelar pertemuan VRBPAC, seperti ketika pertama kali Pfizer disahkan, FDA janji hal itu bakal bersifat transparan. Untuk saat ini, kata mereka, tidak ada alasan untuk itu kecuali Pfizer mengajukan pengesahan untuk penggunaan pada kelompok usia anak-anak dan balita.

    "Jika hasil kajian mirip dengan hasil pada kelompok dewasa, maka tidak perlu digelar pertemuan VRBPAC. Beda perkara jika vaksin ini untuk anak-anak dan balita. Untuk hal itu, besar kemungkinan kami akan meminta VRBPAC digelar," ujar FDA menegaskan.

    Meski belum ada tanda-tanda vaksin COVID-19 bakal digunakan pada anak-anak dan balita, Pfizer dan Moderna telah memasang target untuk itu. Mereka tengah menguji vaksin COVID-19 pada anak-anak dengan usia termuda 6 bulan. Mereka ingin permohonan pengesahan untuk anak-anak juga dilakukan tahun ini.

    Per berita ini ditulis, angka vaksinasi COVID-19 harian di Amerika sudah mulai berkurang (2,42 juta per hari). Kurang lebih 56 persen warga dewasa di Amerika sudah menerima satu dosis vaksin COVID-19. 

    Baca juga: Diminta Serahkan Lisensi Vaksin COVID-19, Amerika Gelar Pembicaraan dengan WTO

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.