Tak Ada Kasur, Pasien COVID-19 India Dirawat di Atas Tempat Tidur Kardus

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandemi COVID-19 di India membuat warga tak hanya kehabisan vaksin dan oksigen bantuan, tetapi juga tempat tidur. Mengisi kekosongan, pusat pelayanan pasien COVID-19 di Chhatarpur mengubah kardus menjadi tempat tidur (Sumber: CNN)

    Pandemi COVID-19 di India membuat warga tak hanya kehabisan vaksin dan oksigen bantuan, tetapi juga tempat tidur. Mengisi kekosongan, pusat pelayanan pasien COVID-19 di Chhatarpur mengubah kardus menjadi tempat tidur (Sumber: CNN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Situasi pandemi COVID-19 India yang memburuk membuat pelayanan kesehatan di sana tak hanya kehabisan oksigen bantuan dan vaksin, tetapi juga tempat tidur. Untuk mengakalinya, selain meminta pasien berbagai tempat tidur, petugas kesehatan juga membuat tempat tidur sementara dari berbagai bahan yang tersedia.

    Dikutip dari CNN, salah satu bahan yang mereka pakai adalah kardus. Di Sardar Patel COVID-19 Centre, Chhatarpur, petugas kesehatan mengisi kekurangan dengan menyusun kardus agar menyerupai tempat tidur. Adapun satu tempat tidur terdiri atas enam kardus berukuran persegi panjang.

    Bulan lalu, Kementerian Kesehatan India berjanji akan mengganti tempat tidur kardus itu dengan 2000 kasur serta suplai oksigen bantuan. Selain itu, menambah jumlah dokter menjadi 40 orang, disertai 120 pakar paramedis. Namun, menurut warga yang dirawat di sana, janji itu tak terpenuhi.

    "Pemerintah berpikir semuanya beres begitu mereka membuka rumah sakit (sementara) dan pasien dirawat. Apa yang terjadi tidak seperti itu," ujar Sadanand, salah satu warga yang dirawat di fasilitas yang sejatinya gudang raksasa itu, dikutip dari CNN, Senin, 3 Mei 2021.

    Pandemi COVID-19 di India membuat warga tak hanya kehabisan vaksin dan oksigen bantuan, tetapi juga tempat tidur. Mengisi kekosongan, pusat pelayanan pasien COVID-19 di Chhatarpur mengubah kardus menjadi tempat tidur (Sumber: CNN)

    Sadanand melanjutkan bahwa tidak hanya fasilitas pendukung tak terpenuhi, jumlah dokter dan petugas medis puntak tercukupi. Ia mengkalim hanya sesekali diperiksa oleh dokter dan tidak tahu bagaimana harus meminta bantuan ketika jumlah petugas yang berjaga hanya sedikit.

    Hal senada disampaikan oleh Sarita Saxena. Seperti Sadanand, ia juga dirawat dia atas tempat tidur dari kardus. Selain itu, ia juga relatif jarang diperiksa oleh dokter ataupun mendapat bantuan perawat. Kebanyakan perawatan, kata ia, dilakukan oleh keluarganya sendiri yang melawan resiko tertular COVID-19 juga.

    Baik Sadanand maupun Saxena tidak ingin bertahan lama di Sardar Patel COVID-19 Centre. Mereka khawatir mati tak terawat di sana. Oleh karenanya, mereka mencoba mencari rumah sakit kosong. Hasilnya nihil. Saxena bahkan mengaku telah ditolak tujuh rumah sakit, menunjukkan betapa gentingnya situasi pandemi COVID-19 di India.

    Per berita ini ditulis, India kembali memecahkan rekor angka kasus harian. Menurut laporan kantor berita Reuters, ada 392.488 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hal itu menjadikan jumlah kasus nasional menjadi 19,56 juta.

    Hal senada berlaku untuk angka kematian. Dalam 24 jam terakhir, angka kematian bertambah 3.689, menyebabkan total angka kematian akibat COVID-19 menjadi 215.542.

    Baca juga: Asoasiasi Industri Minta Pemerintah India Perketat Pembatasan Sosial COVID-19

    ISTMAN MP | CNN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.