Ayatollah Ali Khamenei Kritik Curhat Menlu Iran Soal Dirinya Kekurangan Wewenang

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Tahun Baru Iran, di Teheran, Iran 20 Maret 2020. [Situs web resmi Khamenei / Handout via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamene, mengkritik Menteri Luar Negeri Javad Zarif. Menurut Khamenei, Javad Zarif telah menghinanya ketika mengatakan di sebuah wawancara bahwa Garda Revolusi Iran memiliki lebih banyak kuasa terhadap isu luar negeri dibanding dirinya.

"Tidak ada negara di dunia ini di mana Menteri Luar Negeri memiliki kendali atas kebijakan luar negeri. Ada pejabat yang lebih tinggi dibanding dirinya. Walau begit, tentu Kementerian Luar Negeri juga dilibatkan dalam pengambil keputusan,'' ujar Khamenei, dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 3 Mei 2021.

Sebelumnya, diberitakan Zarif "curhat" soal kebijakan luar negeri dalam wawancaranya dengan media lokal. Dalam wawancara itu, Ia mengeluhkan dirinya tidak memiliki wewenang atau kuasa dalam pembentukan kebijakan luar negeri, termasuk negosiasi Perjanjian Nuklir Iran. Malah, kata Zarif, Garda Revolusi Iran lebih memiliki kuasa dibanding dirinya.

Wawancara itu belum sepenunya terpublikasi. Walau begitu, hal tersebut sudah mempertegas gambaran soal seperti apa hubungan sipil dan militer di Iran. Selama ini, hubungan keduanya memang tak sepenuhnya harmonis di mana militer mampu mampu mengganggu segala upaya pendekatan dengan Barat jiak dirasa "mengancam" Iran.

Mohammad Javad Zarif melepaskan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Iran, Senin, 25 Februari 2019. Sumber: Tehran Times

Besarnya kendali Garda Revolusi diyakini Zarif, dalam wawancaranya, akan mengganggu upayanya untuk kembali membawa Iran ke Perjanjian Nuklir 2015 (JCPOA). Padahal, hal itu diperlukan untuk membebaskan Iran dari segala sanksi yang ditetapkan oleh Amerika. "Saya tidak pernah bisa meminta Komandan militer untuk membantu diplomasi Iran," ujar Zarif.

Kembali ke Khamenei, ia meminta siapapun termasuk Javad Zarif untuk tidak kembali membuat komentar yang menghini administrasinya. Ia berkata, hal tersebut adalah sebuah kesalahan besar dan tidak seharusnya diperbuat oleh seorang pejabat Muslim.

"Kejadian itu benar-benar salah. Tidak sepantasnya seorang pejabat Muslim membuat keputusan seperti itu," ujar Khamenei.

Zarif, menurut laporan Reuters, dikabarkan sudah meminta maaf kepada Khamenei karena telah membuatnya jengkel. Ia kemudian mengakui bahwa Khamenei memiliki kendali ata segala urusan kenegaraan.

Sebagai tambahan, Iran telah menerapkan larangan berpergian kepada 15 orang. Mereka diduga telah membocorkan wawancara Zarif. Pemerintah Iran beralasan rekaman wawancara Zarif akan menjadi dokumentasi milik pemerintah, bukan media.

Baca juga: Iran Tingkatkan Pengayaan Nuklir ke 60 Persen Karena Insiden Natanz

ISTMAN MP | REUTERS







76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

1 jam lalu

76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

Pejabat Iran, mengatakan bahwa jumlah demonstran yang memprotes kematian Mahsa Amini di atas 1.200 orang


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Bom vs Bunker, Hafiz Belia Juara di Saudi

4 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Bom vs Bunker, Hafiz Belia Juara di Saudi

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 26 September 2022, dimulai dari artikel pacuan senyap yang terjadi antara teknologi bom dan bunker di dunia.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

1 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

1 hari lalu

Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

Iran memanggil duta besar Inggris dan Norwegia karena dinilai campur tangan dalam demo menggugat kematian Mahsa Amini


Presiden Ebrahim Raisi Siap Bertindak Tegas Atasi Aksi Protes Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Presiden Ebrahim Raisi Siap Bertindak Tegas Atasi Aksi Protes Kematian Mahsa Amini

Unjuk rasa atas kematian Mahsa Amini telah menyulut kemarahan warga Iran di 31 provinsi.


Top 3 Dunia: Kronologi Kematian Mahsa Amini, Sederhananya Pemakaman Raja Saudi

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Kronologi Kematian Mahsa Amini, Sederhananya Pemakaman Raja Saudi

Berita Top 3 Dunia tentang kronologi kematian Mahsa Amini, perbandingan pemakanam Ratu Inggris dan Raja Saudi, Elon Musk kirim Starlink ke Iran


Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

2 hari lalu

Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

Teheran menyesalkan keputusan Kyiv menurunkan hubungan diplomatik kedua negara gara-gara drone Iran digunakan Rusia untuk perang di Ukraina


Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

2 hari lalu

Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

Blokir dilakukan di tengah meluasnya aksi demonstrasi di Iran atas kematian Mahsa Amini. Kebijakan disinyalir sebagai upaya mengekang gerakan protes.


Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

3 hari lalu

Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

Para warganet beramai-ramai memakai tagar Mahsa Amini hingga menjadi trending di Twitter hingga membanjiri kolom komentar di akun Instagram 9gag.


Ukraina Klaim Tembak 4 Drone Iran, Zelensky Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Teheran

3 hari lalu

Ukraina Klaim Tembak 4 Drone Iran, Zelensky Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Teheran

Ukraina mengatakan bahwa pihaknya akan menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran dan menghapus akreditasi duta besar