Pandemi COVID-19 Memburuk, Negara Bagian India yang Lockdown Bertambah

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

    Sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi COVID-19 di India belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Angka kasus harian di sana kembali memecahkan rekor sebagaimana dikabarkan pleh Channnel News Asia, Senin, 3 Mei 2021.
     Menurut laporan kantor berita terkait, ada 392.488 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hal itu menjadikan jumlah kasus nasional menjadi 19,56 juta.

    Hal senada berlaku untuk angka kematian. Dalam 24 jam terakhir, angka kematian bertambah 3.689, menyebabkan total angka kematian akibat COVID-19 menjadi 215.542.

    Dengan banyaknya angka kematian dan kasus tersebut, jumlah negara bagian India yang menerapkan lockdown COVID-19 pun bertambah menjadi 12 negara. Negara bagian yang belum lama ini  menyusul penerapan lockdown adalab Odisha dan hal itu berlaku per Selasa esok.

    "Odisha menjadi negara bagian terbaru yang dengan senang hati me;aporkan dua pekan lockdown akibat COVID-19. Odisha menyusul Delhi,. Maharashtra, Karnataka, Pradesh,. serta Rajasthan," sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

    Sebelumnya, PM India Narendra Modi telah meminta pemimpin daerah untuk sebisa mungkin menghindari penerapan lockdown. Menurutnya, lockdown akan berdampak buruk terhadap perkonomian India, apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang.

    Sebagai contgh, akibat pandemi COVID-19, Modi mengatakan jumlah warga yang berakhir menganggur naik 24 persen. Namun, jika lockdown tetap diterapkan, Modi berharap penerapannya selesai pertengahan pekan ini.

    Banyak pihak tidak setuju dengan Modi, bahkan dari pelaku industri sekalipun. Satgas COVID-19, misalnya, dikabarkan menganjurkan kepada Modi untuk segera menerapkan lockdown COVID-19 berskala nasional. Sementara itu, Konfiderasi Industri India menyatakan bahwa keselataman publik harus diutamakan di atas perekonomian India.

    "Dengan situasi kritis seperti sekarang, kami mendesak pemerintah untuk mengetatkan pembatasan sosial termasuk mengurangi kegiatan ekonomi demi menekan jumlah korban." ujar Presiden Konfiderasi Industri India, Uday Kotak, Ahad kemarin.

    Baca juga: Asoasiasi Industri Minta Pemerintah India Perketat Pembatasan Sosial COVID-19

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.