Peneliti India Sebut Mutasi Virus Corona Bisa Menghindari Respons Kekebalan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

    Sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah forum penasihat ilmiah yang dibentuk oleh pemerintah India telah memberitahu pihak berwenang tentang mutasi pada beberapa sampel virus corona, yang kemungkinan bisa menghindari respons kekebalan tubuh dan memerlukan studi lebih lanjut, kata seorang pemimpin forum.

    Para ilmuwan sedang mempelajari apa yang menyebabkan lonjakan kasus saat ini di India dan terutama apakah varian yang pertama kali terdeteksi di negara itu, yang disebut B.1.617, adalah penyebabnya, dilansir dari Reuters, 1 Mei 2021.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini belum menyatakan varian Covid-19 India sebagai varian yang dikhawatirkan, seperti yang telah dilakukan untuk varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Tetapi WHO mengatakan pada 27 April bahwa pemodelan awalnya, berdasarkan pengurutan genom, menunjukkan bahwa B.1.617 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada varian lain yang beredar di India.

    Sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

    Forum penasihat, yang dikenal sebagai Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 India, atau INSACOG, kini telah menemukan lebih banyak mutasi pada virus corona yang menurutnya perlu dilacak dengan cermat.

    "Kami melihat beberapa mutasi muncul pada beberapa sampel yang mungkin dapat menghindari respons kekebalan tubuh," kata Shahid Jameel, ketua kelompok penasehat ilmiah INSACOG dan ahli virologi top India.

    Dia tidak mengatakan apakah mutasi telah terlihat pada varian India atau jenis lainnya.

    "Kecuali jika Anda membiakkan virus itu dan mengujinya di lab, Anda tidak dapat memastikannya. Saat ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa mereka berkembang atau jika mereka bisa berbahaya, tapi kami menandainya sehingga kami tetap mengawasinya," katanya.

    INSACOG menyatukan 10 laboratorium penelitian nasional.

    India melaporkan lebih dari 400.000 kasus Covid-19 baru untuk pertama kalinya pada hari Sabtu. Infeksi yang mengamuk telah menghancurkan sistem kesehatan India di beberapa tempat termasuk ibu kota New Delhi, dengan kekurangan oksigen medis dan tempat tidur rumah sakit.

    Baca juga: Vaksin Pfizer Sedang Diuji Tanding Lawan Varian Virus Covid-19 India

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.