Krisis Oksigen Bantuan untuk Pasien COVID-19 India Diprediksi Sampai Mei

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang membawa tabung oksigen setelah diisi ulang di sebuah pabrik, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Ahmedabad, India, 25 April 2021.[REUTERS / Amit Dave]

    Orang-orang membawa tabung oksigen setelah diisi ulang di sebuah pabrik, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Ahmedabad, India, 25 April 2021.[REUTERS / Amit Dave]

    TEMPO.CO, Jakarta - Krisis oksigen bantuan di India belum akan selesai dalam waktu dekat. Dikutip dari kantor berita Reuters, para pelaku Industri memprediksi krisis oksigen bantuan masih akan berlanjut hingga paling cepat pertengahan Mei 2021. Setelah itu, mereka menyakini produksi dan distribusi oksigen bantuan akan lebih mulus.

    Hal itu, menurut para pelaku industri yang enggan disebutkan namanya, disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya adalah belum maksimalnya operasional pusat produksi oksigen bantuan serta belum siapnya infrastruktur distribusi untuk merespon demand yang tinggi.

    Untungnya, bantuan medis mulai berdatangan. Bantuan dari Amerika, misalnya, tiba Jumat ini. Dikutip dari Channel News Asia, pesawat militer Super Galaxy mendarat dengan membawa tabung oksigen bantuan, regulator, rapid test kit, masker N95, oximeters, dan bahan baku vaksin. Khusus oksigen, Amerika membawa 400 tabung di pengiriman pertama ini.

    "Hari ini kami dengan bangga mengirimkan bantuan pertama kami berupa perlengkapan oksigen, terapi, dan bahan baku vaksin," ujar Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken, Jumat, 30 April 2021.

    Orang-orang mengantre untuk mengisi ulang tabung oksigen medis yang kosong untuk pasien COVID-19 di depan sebuah toko di New Delhi, India, Senin, 26 April 2021. Kelangkaan tabung oksigen terjadi di tengah lonjakan kasus harian di negara tersebut. Xinhua/Partha Sarkar

    Pemerintah Amerika menegaskan bahwa mereka akan mengirimkan bantuan lagi dalam beberapa pekan ke depan. Janji mereka, bakal ada 1000 tabung oksigen bantuan, 15 juta masker N95, 1 juta rapid test kit, serta 30 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca.

    Menteri Luar Negeri India, Harsh Vardhan Shringla, menyebut ada 40 negara yang telah berkomitmen untuk membantu India melewati gelombang kedua pandeminya. Bantuan tersebut berupa pengiriman alat medis hingga vaksin.

    Jika bantuan berupa oksigen ditotal, kata Shringla, India bakal menerima 550 alat produksi oksigen, 4000 oksigen konsentrator, 10.000 tabung oksigen bantuan, dan 17 tangki cryogenic.

    Khusus vaksin COVID-19, Shringla menyatakan India juga akan menerima bantuan dari berbagai negara. Hal itu baik dosis vaksin ataupun bahan baku vaksin. Namun, Shringla tidak menyebutkan berapa jumlah bantuan yang bakal diterima. 

    Secara nasional, India baru menyuntikkan kurang lebih 150 juta dosis vaksin COVID-19 terhadap warganya. Angka tersebut setara 11,5 persen dari total populasi India yang mencapai 1,4 miliar penduduk. Adapun jumlah penduduk yang telah menerima dua dosis ada 25 juta orang.

    Per berita ditulis, India mencatatkan 386.452 kasus baru dan 3.498 kematian dalam 24 jam terakhir. Total nasional, India memiliki 18,7 juta kasus dan 208 ribu kematian akibat COVID-19 berdasarkan data Worldometer.

    Baca juga: Virus Corona, Jepang Berencana Kirim Bantuan ke India

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.