Jerman Akan Kirim 120 Ventilator untuk Bantu India Hadapi Tsunami Covid-19

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre untuk mengisi ulang tabung oksigen medis yang kosong untuk pasien COVID-19 di depan sebuah toko di New Delhi, India, Senin, 26 April 2021. Lonjakan kasus selama hampir satu pekan membuat gelombang kedua Covid-19 di India dijuluki sebagai tsunami Covid-19. Xinhua/Partha Sarkar

    Orang-orang mengantre untuk mengisi ulang tabung oksigen medis yang kosong untuk pasien COVID-19 di depan sebuah toko di New Delhi, India, Senin, 26 April 2021. Lonjakan kasus selama hampir satu pekan membuat gelombang kedua Covid-19 di India dijuluki sebagai tsunami Covid-19. Xinhua/Partha Sarkar

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerman akan mengirim 120 ventilator ke India pada Sabtu, diikuti oleh fasilitas produksi oksigen bergerak minggu depan, untuk membantu India memerangi lonjakan drastis kasus Covid-19.

    Militer Jerman akan menerbangkan 120 ventilator yang disumbangkan oleh kementerian kesehatan ke India pada hari Sabtu, kata seorang juru bicara kementerian pertahanan Jerman, dikutip dari Reuters, 29 April 2021.

    Minggu depan, dua pesawat lagi akan membawa fasilitas produksi oksigen bergerak ke India. 16 tentara Jerman akan dikerahkan untuk membantu mengoperasikanya bersama staf Palang Merah India.

    Militer Jerman akan meminjamkan fasilitas produksi oksigen bergerak ke India untuk membantunya mengatasi krisis kesehatan, kata juru bicara kemenhan Jerman.

    Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla pada Kamis mengatakan India telah memprioritaskan impor oksigen dan 40 negara telah menjanjikan dukungan mereka.

    "Kami berbicara tentang hampir 550 pabrik penghasil oksigen yang akan datang dari berbagai sumber dari seluruh dunia," kata Shringla dalam konferensi pers.

    Orang-orang membawa tabung oksigen setelah diisi ulang di sebuah pabrik, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Ahmedabad, India, 25 April 2021.[REUTERS / Amit Dave]

    India melaporkan 379.257 infeksi Covid-19 baru dan 3.645 kematian baru pada hari Kamis, menurut data kementerian kesehatan India.

    Itu adalah jumlah kematian tertinggi yang dilaporkan dalam satu hari di India sejak dimulainya pandemi.

    Jumlah kematian India akibat pandemi Covid-19 melonjak melewati 200.000 pada Rabu, diperburuk oleh kekurangan tempat tidur rumah sakit dan oksigen medis.

    Baca juga: Pandemi COVID-19 di India Lagi-lagi Pecahkan Rekor Kasus Harian

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.