Amerika Longgarkan Aturan COVID-19 untuk Pelajar Internasional dan Jurnalis

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Charles yang melewati kampus Harvard University di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, 30 Juni 2015. Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings menempatkan Harvard sebagai universitas keempat terbaik di dunia pada 2015. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

    Sungai Charles yang melewati kampus Harvard University di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, 30 Juni 2015. Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings menempatkan Harvard sebagai universitas keempat terbaik di dunia pada 2015. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Situasi pandemi COVID-19 yang mulai terkendali di Amerika mendorong administrasi Presiden Joe Biden untuk melonggarkan akses masuk. Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri Amerika, Menteri Antony Blinken sudah memperbolehkan pelajar internasional, jurnalis, serta warga yang berperan penting dalam infrastruktur Negeri Paman Sam untuk masuk per 1 Agustus nanti.

    "Pengecualian ini juga berlaku untuk mereka yang baru saja dari Brasil, Cina, Iran, maupun Afrika Selatan selama memenuhi kualifikasi yang ditetapkan," ujar keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Rabu, 28 April 2021.

    Meski pengecualian telah diberikan, Kementerian Luar Negeri Amerika menggarisbawahi bahwa pelayanan pengajuan visa masih terdampak oleh pandemi COVID-19. Oleh karenanya, jumlah permohonan visa yang akan ditindaklanjut Kedutaan Besar maupun Konsulat Amerika masih akan terbatas.

    Kementerian Luar Negeri berjanji keterbatasan itu tidak permanen. Mereka menyakini pelayanan visa akan membaik jika situasi pandemi global juga membaik.

    "Kami terus mengupayakan pelayanan visa yang sejalan panduan otoritas kesehatan dan memprioritaskan keamanan serta kesehatan staf," ujar Kementerian Luar Negeri menegaskan.

    Universitas Harvard

    Dewan Amerika untuk Pendidikan (ACE) mengapresiasi pelonggaran akses tersebut. Menurut mereka, hal itu bisa memberikan impresi bagus terhadap calon pelajar internasional yang tengah menimbang untuk belajar di Amerika. Secara tidak langsung, kata mereka, hal itu juga akan berdampak positif ke perekonomian Amerika.

    "Kami akan tetap memantau perkembangan dari pandemi COVID-19 ini," ujar ACE.

    Selama ini, porsi pelajar internasional terbanyak di Amerika adalah mereka yang berasal dari Cina. Dikutip dari laporan Reuters, mereka mewakili 35 persen dari total pelajar internasional di Amerika pada 2019-2020. Angka tersebut setara dengan 372 ribu pelajar. 

    Ketika pandemi COVID-19 meletus, calon pelajar internasional dari Cina termasuk salah satu yang terdampak. Mantan Presiden Amerika Donald Trump melarang warga non Amerika yang berada di Cina untuk masuk ke Amerika pada Januari 2020 lalu.

    Per berita ini ditulis, belum diketahui bagaimana mekanisme pengecualian ini akan berjalan. Status kesehatan, vaksinasi, maupun proses pengajuan visa ke Amerika tidak dijelaskan secara detil. 

    Baca juga: Presiden Joe Biden Longgarkan Aturan Memakai Masker di Amerika

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.