Armenia Apresiasi Langkah Joe Biden Akui Pembantaian 1915 Sebagai Genosida

Sejumlah sukarelawan Armenia mengambil posisi menembak saat mengikuti latihan menembak di tengah konflik perang dengan Azerbaijan di Yerevan, Armenia, 27 Oktober 2020. Latihan menembak ini diikuti oleh puluhan warga baik pria dan wanita. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengapresiasi langkah Presiden Amerika Joe Biden mengakui pembantaian tahun 1915 sebagai Genosida. Lewat surat, Pashinyan menyebut deklarasi itu sungguh penting karena berkaitan dengan keamanan nasional Armenia usai perang di Nagorno-Karabakah tahun lalu.

"Pengakuan terhadap genosida (di tahun 1915) adalah perkara kebenaran, keadilan sejarah, serta keamanan terhadap Armenia, terutama usai perang yang terjadi tahun lalu," ujar Nikol Pashinyan dalam suratnya, dikutip dari Reuters, Sabtu, 24 April 2021.

Diberitakan sebelumnya, Joe Biden akhirnya menepati janji kampanyenya dengan mengakui pembantaian warga Armenia oleh Kekaisran Ottoman di tahun 1915 sebagai genosida. Keputusan itu ia ambil seiring dengan memburuknya hubungan Amerika dan Turki yang berdiri usai Kekaisaran Ottoman runtuh di tahun 1923.

Peristiwa pembantaian Armenia itu sendiri berkaitan erat dengan Perang Dunia I. Dalam perang itu Turki Ottoman, yang berada di pihak Jerman dan Kerajaan Austro-Hungarian, khawatir Armenia akan mendukung pihak lawan yakni Rusia. Rusia, pada saat itu, diketahui mengincar Konstantinopel (sekarang Istanbul) yang memegang akses atas laut hitam.

Khawatir warga Armenia yang tinggal di Ottoman akan benar-benar mendukung Rusia, kekaisaran mencap mereka sebagai ancaman nasional. Tak lama setelah itu, pembantaian dimulai dengan jumlah korban mencapai jutaan. Beberapa di antaranya tewas karena kelaparan atau kehausan ketika deportasi besar-besaran dilakukan terhadap warga Armenia di Anatolia.

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang sektor lapangan pekerjaan dan ekonomi di Gedung Putih di Washington, AS, 7 April 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

Sebelum Joe Biden, hanya ada satu Presiden Amerika yang secara publik mengakui pembantaian Armenia di tahun 1915. Ia adalah Ronald Reagan. Setelah Reagan, semua presiden kecuali Joe Biden berusaha menghindari isu Armenia untuk menjaga hubungan baik dengan Turki.

Azerbaijan, sebagai pihak yang disokong Turki dan berperang dengan Armenia di Nagorno-Karabakah, mengecam deklarasi Joe Biden. Menurut mereka, Joe Biden salah mengintepretasikan peristiwa yang terjadi lebih dari 100 tahun lalu.

"Ini adalah upaya untuk menyalahi atau menulis ulang sejarah. Penggunaan sejarah untuk kepentingan politik tidak bisa diterima," ujar Kementerian Luar Negeri Azerbaijan dalam keterangan persnya.

Turki juga telah mengecam keputusan Joe Biden. Juru bicara Pemerintah Turki, Ibrahim Kalin, pernyataan Joe Biden memiliki agenda untuk menyudutkan mereka. Selain itu, juga menyebut pernyataan terkait sebagai langkah populis.

Baca juga: Usai Dikritik, Joe Biden Akan Tambah Jumlah Pengungsi yang Diizinkan ke AS

ISTMAN MP | REUTERS






Hubungan Bilateral Sangat Erat, Dubes AS: Joe Biden Berkomitmen Bantu Transportasi Rendah Emisi di RI

6 jam lalu

Hubungan Bilateral Sangat Erat, Dubes AS: Joe Biden Berkomitmen Bantu Transportasi Rendah Emisi di RI

"Presiden Joe Biden berkomitmen membantu meningkatkan transportasi rendah emisi di Indonesia," kata Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia.


Pendanaan JETP Rp 310 Triliun Ditindaklanjuti pada 2023, Airlangga: Terima Kasih Amerika dan G7

11 jam lalu

Pendanaan JETP Rp 310 Triliun Ditindaklanjuti pada 2023, Airlangga: Terima Kasih Amerika dan G7

Airlangga Hartarto memastikan pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti komitmen pendanaan JETP dan proyek infrastruktur infrastruktur hasil KTT G20.


Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

1 hari lalu

Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

Elon Musk menyangkal kabar upaya bunuh diri di tengah pertanyaan mengenai kesehatan mentalnya yang membeberkan dugaan intervensi di pemilu AS.


KontraS Soroti Pasal Pelanggaran HAM Berat di RKUHP

2 hari lalu

KontraS Soroti Pasal Pelanggaran HAM Berat di RKUHP

KontraS menilai pasal pelanggaran HAM berat di RKUHP justru mendegradasi kekhususan tindak pidana kemanusiaan yang berat.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

3 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Biden Tak Mau Bertemu Putin, Tapi Siap Berdialog Demi Ukraina

3 hari lalu

Biden Tak Mau Bertemu Putin, Tapi Siap Berdialog Demi Ukraina

Gedung Putih menyatakan Biden belum berencana bertemu dengan Putin sekarang, namun AS maupun Rusia bersedia berdialog dengan sejumlah syarat.


Kanye West Puji Hitler, dari Biden sampai Twitter dan Adidas Mengutuknya

3 hari lalu

Kanye West Puji Hitler, dari Biden sampai Twitter dan Adidas Mengutuknya

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan perhatian mengenai masalah anti-semit setelah heboh pernyataan Kanye West memuji Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.


Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

4 hari lalu

Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

Presiden Jokowi dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait pengembangkan kendaraan listrik.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

4 hari lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

4 hari lalu

Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

Jessica Stern ditunjuk Biden sebagai Utusan Khusus AS mengawasi implementasi memorandum Presiden AS tentang Memajukan HAM LGBTQI+ di Seluruh Dunia.