Chef Tawarkan Jasa Memasak Hidangan Mewah Restoran di Rumah Saat Lockdown Paris

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pemandangan menunjukkan kursi-kursi yang ditumpuk di dalam restoran tertutup di Paris saat pemerintah Prancis menutup bar dan restoran sebagai bagian dari langkah-langkah pembatasan Covid-19 untuk memerangi wabah penyakit virus corona di Prancis, 5 Januari 2021. [REUTERS / Gonzalo Fuentes]

    Sebuah pemandangan menunjukkan kursi-kursi yang ditumpuk di dalam restoran tertutup di Paris saat pemerintah Prancis menutup bar dan restoran sebagai bagian dari langkah-langkah pembatasan Covid-19 untuk memerangi wabah penyakit virus corona di Prancis, 5 Januari 2021. [REUTERS / Gonzalo Fuentes]

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Paris yang merindukan hidangan mewah di saat lockdown Covid-19 kini bisa mendatangkan chef untuk menyajikan hidangan restoran di rumah.

    Fatiha El-Kaddaoui adalah chef terlatih yang menerima pesanan perorangan, membawa bahan-bahannya ke rumah mereka dan menggunakan peralatan mereka untuk menyiapkan dan menyajikan hidangan berkualitas restoran.

    Ia sibuk sebelum pandemi, tapi sekarang, katanya, dia harus menolak hingga 30 pesanan per bulan.

    "Ada permintaan yang sangat, sangat besar," katanya, dikutip dari Reuters, 23 April 2012.

    "Permintaan ini muncul karena orang-orang itu dulu pergi ke restoran satu, dua, tiga kali seminggu atau bahkan lebih," tutur El-Kaddaoui.

    Jumat lalu, El-Kaddaoui telah dipesan oleh Valerie Lacroix, 35 tahun, untuk menyiapkan makan siang untuknya dan ibunya.

    Bekerja di dapur Lacroix, koki menyiapkan hidangan foie gras, diikuti oleh ceviche ikan air tawar, lalu hidangan gambas dan kerang.

    "Kami jelas ingin keluar, melihat teman dan keluarga kami, dan menghabiskan waktu bersama mereka, tetapi kami tidak bisa," kata Lacroix. "Ini menciptakan kembali momen bersama di rumah."

    Pemilik restoran dan koki di seluruh dunia telah menemukan cara-cara kreatif untuk terus mengatasi pandemi yang telah menghancurkan industri mereka.

    Beberapa membuat makanan berkualitas tinggi untuk diantar, sementara yang lain menawarkan kelas memasak di media sosial.

    Orang Prancis menghabiskan lebih banyak waktu daripada orang-orang dari negara maju lainnya untuk makan atau minum, menurut Organisation for Economic Cooperation and Development, sehingga penutupan restoran sangat merugikan mereka.

    Beberapa pelanggan bahkan sampai mengabaikan pembatasan Covid-19. Polisi menangkap lebih dari 110 orang yang sedang makan di sebuah restoran klandestin di Paris awal bulan ini.

    Sebuah stasiun TV Prancis menyiarkan rekaman kamera tersembunyi dari acara-acara pribadi yang melanggar pembatasan di tempat-tempat eksklusif. Polisi melakukan penyelidikan.

    El-Kaddaoui mengatakan dia beroperasi sesuai aturan dengan tidak melayani pertemuan lebih dari enam orang, dan tidak bekerja setelah pukul 19:00 PM untuk mematuhi jam malam.

    Tetapi layanan Chef El-Kaddaoui tidak terjangkau oleh setiap warga Paris, sebab makan siang untuk dua orang harganya 170 euro atau sekitar Rp 3 juta per orang.

    Baca juga: Biara Prancis Kesulitan Jual 2,8 Ton Keju Khas Mereka karena Lockdown Covid-19

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.