BPOM Inggris Catat 168 Kasus Pembekuan Darah Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca

Perawat Lily Harrington bersiap untuk memberikan vaksin Covid-19 Oxford/AstraZeneca kepada PM Inggris Boris Johnson, di London, Inggris, Jumat, 19 Maret 2021. Negara-negara termasuk Jerman dan Prancis melanjutkan penggunaan vaksin tersebut setelah sempat memberhentikan pemberiannya. Frank Augstein via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Badan pengawas obat-obatan Inggris pada Kamis mengatakan telah mencatat 168 kasus pembekuan darah setelah menerima dosis vaksin AstraZeneca dengan tingkat 7,9 pembekuan darah per juta dosis.

Angka ini naik dari 100 kasus yang dilaporkan minggu lalu, ketika insiden kasus keseluruhan adalah 4,9 per juta dosis, dikutip dari Reuters, 23 April 2021.

Vaksin AstraZeneca telah diselidiki setelah ditemukan masalah pembekuan darah yang sangat langka pada sejumlah penerima dan beberapa negara, termasuk Inggris, telah merekomendasikan agar hanya orang di atas usia tertentu yang divaksin AstraZeneca.

Adam Finn, Profesor Pediatri di Universitas Bristol, mengatakan lonjakan kasus yang dilaporkan diharapkan terjadi.

"Kasus-kasus dilaporkan dengan andal dan cepat, tetapi ada juga kasus yang terjadi sebelumnya sekarang telah dikenali dan dilaporkan juga," kata Finn.

"Saya berharap jumlah sebenarnya dari kasus per juta dosis vaksin menjadi jelas segera setelah laporan ini stabil tetapi sudah jelas bahwa ini akan tetap menjadi peristiwa yang sangat langka," katanya.

Ada 21,2 juta dosis pertama suntikan vaksin AstraZeneca diberikan dalam program vaksinasi Inggris, dengan semua kecuali satu dari laporan kasus efek samping muncul setelah dosis pertama. Jumlah total tidak diberikan untuk pemberian dosis kedua.

Total ada 32 kematian yang dilaporkan akibat pembekuan darah dibandingkan dengan 22 kasus yang dilaporkan minggu lalu, tetapi tingkat kematian dari pembekuan darah yang dilaporkan turun dari 22% menjadi 19%.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menerima suntikan vaksin Covid-19 di London, Inggris, Jumat, 19 Maret 2021. Johnson (56 tahun) menerima dosis pertama vaksin buatan Oxford/AstraZeneca. Frank Augstein/Pool via REUTERS

Inggris telah menyarankan kelompok usia di bawah 30-an menerima vaksin Covid-19 lain selain vaksin AstraZeneca-Oxford, setelah regulator obat-obatan MHRA menemukan bukti adanya hubungan gumpalan langka dengan tingkat trombosit yang rendah.

Para pejabat Eropa dan WHO telah menekankan bahwa efek samping "jarang sekali", dan menyarankan orang tetap divaksin AstraZeneca.

Aturan Inggris yang menyarankan kelompok usia di bawah 30 tahun untuk tidak disuntik AstraZeneca didasarkan oleh risiko rendah kelompok usia tersebut dari paparan Covid-19, dikombinasikan dengan prevalensi infeksi yang rendah di Inggris.

Hal itu berbeda dengan beberapa negara Eropa seperti Prancis, yang telah memutuskan untuk membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang berusia di atas 55 tahun.

"Berdasarkan tinjauan yang sedang berlangsung ini, sarannya tetap bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya pada sebagian besar orang," kata MHRA pada Kamis, mengulangi sarannya untuk vaksin AstraZeneca.

Baca juga: Pasokan Vaksin Covid-19 Cukup, Israel Tidak Butuh Lagi Vaksin AstraZeneca

REUTERS






Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

1 jam lalu

Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

Inggris tidak meminta masyarakatnya untuk menggunakan lebih sedikit energi karena yakin bahwa mereka memiliki pasokan yang sangat kuat dan beragam.


Stok Vaksin Covid-19 Tipis, DKI Jakarta Minta Opsi Relokasi

9 jam lalu

Stok Vaksin Covid-19 Tipis, DKI Jakarta Minta Opsi Relokasi

Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta opsi relokasi vaksin COVID-19 dari daerah lain untuk mengantisipasi stok vaksin yang mulai menipis.


Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

1 hari lalu

Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

"IndoVac memenuhi kebutuhan aspek halal dan thayyib yang memperkuat jaminan kualitas dan keamanan atas vaksin," kata Dirut Bio Farma Honesti Basyir.


Stok Vaksin Covid-19 Menipis, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang Tidak Vaksinasi di Stasiun

1 hari lalu

Stok Vaksin Covid-19 Menipis, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang Tidak Vaksinasi di Stasiun

Menurut KAI Daop 1 Jakarta, penumpang KA jarak jauh wajib sudah vaksin booster, dan tidak bisa digantikan dengan PCR atau antigen.


Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

1 hari lalu

Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan krisis di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global.


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Ini yang Harus Dilakukan jika Anak Digigit Hewan Penular Rabies

2 hari lalu

Ini yang Harus Dilakukan jika Anak Digigit Hewan Penular Rabies

Dokter mengimbau orang tua melakukan sejumlah langkah berikut apabila anak digigit hewan penular rabies sebelum membahayakan nyawa. Apa saja?


4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

2 hari lalu

4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia, untuk mencintai, menghargai, dan menghormati seluruh spesies hewan. Begini asal usulnya.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

3 hari lalu

Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

Inggris memiliki ketahanan strategis untuk mendukung Ukraina sampai perang dengan Rusia dimenangkan