Paus Fransiskus Utarakan Keinginannya Kunjungi Lebanon

Paus Fransiskus memberkati para hadirin setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan 4 April 2021. Dalam pesan Paskahnya Paus Fransiskus meminta mempercepat distribusi vaksin COVID-19, terutama kepada orang miskin di dunia. Filippo Monteforte/Pool via REUTERS

TEMPO.CO, - Paus Fransiskus menyatakan ingin segera mengunjungi Lebanon. Hal ini ia sampaikan saat menerima kedatangan Perdana Menteri Saad Hariri di kantornya, Vatikan.

"Paus menegaskan kembali kedekatannya dengan orang-orang Lebanon, yang hidup di masa sulit dan tidak pasti," kata Juru bicara Vatikan Matteo Bruni dikutip dari Arab News, Kamis, 22 April 2021.

Bruni mengatakan Paus Fransiskus menegaskan kepada Hariri keinginannya untuk mengunjungi Lebanon segera setelah kondisinya memungkinkan. Ia menyatakan keinginannya agar Lebanon menjadi tanah "hidup berdampingan dan pluralisme".

Paus Fransiskus mengumumkan niatnya untuk mengunjungi Lebanon setelah penerbangan kembali dari Irak bulan lalu.

Adapun Hariri ditugaskan sembilan bulan lalu untuk membentuk pemerintahan yang seharusnya memungkinkan Lebanon dalam bernegosiasi dengan bantuan keuangan Barat. Hal ini telah lama ditunggu-tunggu untuk mengatasi krisis ekonomi negara itu.

Sebuah sumber di Vatikan mengatakan kepada Arab News bahwa Hariri meminta Paus Fransiskus untuk menengahi Presiden Lebanon Michel Aoun agar membantunya membentuk pemerintahan baru.

Baca juga: Paus Fransiskus Kritik Kudeta Myanmar Di Kala Junta Berkelit

Sumber: ARAB NEWS






Jumlah Korban Perahu Migran Terbalik Bertambah Jadi 94 Orang

4 hari lalu

Jumlah Korban Perahu Migran Terbalik Bertambah Jadi 94 Orang

Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya perahu pembawa migran dari Lebanon bertambah menjadi 94 orang


71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

5 hari lalu

71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

Perahu pembawa migran tenggelam. Mereka hendak ke Eropa setelah ekonomi Lebanon runtuh.


Gereja Katolik Belgia Izinkan Pernikahan Sejenis, Bertentangan dengan Vatikan

8 hari lalu

Gereja Katolik Belgia Izinkan Pernikahan Sejenis, Bertentangan dengan Vatikan

Gereja Katolik Roma di Belgia mengeluarkan dokumen yang secara efektif mengizinkan pemberkatan pernikahan sesama jenis, bertentangan dengan Vatikan.


Krisis Ekonomi di Lebanon, Rentetan Kasus Nasabah Menyandera Bank

12 hari lalu

Krisis Ekonomi di Lebanon, Rentetan Kasus Nasabah Menyandera Bank

Sejumlah Bank di Lebanon mulai tertatih saat banyak nasabah menarik kembali uang mereka.


Rekor! 3 Kali dalam Sehari Perampokan Bank untuk Ambil Tabungan Sendiri di Lebanon

12 hari lalu

Rekor! 3 Kali dalam Sehari Perampokan Bank untuk Ambil Tabungan Sendiri di Lebanon

Bank-bank Lebanon akan segera mengumumkan penutupan tiga hari minggu depan karena ancaman keamanan


Lagi, Drama Penyanderaan Bank di Lebanon untuk Tarik Tabungan Sendiri

14 hari lalu

Lagi, Drama Penyanderaan Bank di Lebanon untuk Tarik Tabungan Sendiri

Bank-bank di Lebanon telah menahan simpanan milik sebagian besar nasabah sejak krisis finansial melanda negara itu pada 2019.


Ajukan Proposal Perdamaian Rusia Ukraina, Meksiko Gandeng Modi dan Paus Fransiskus

16 hari lalu

Ajukan Proposal Perdamaian Rusia Ukraina, Meksiko Gandeng Modi dan Paus Fransiskus

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan pemerintahnya akan menyampaikan rencana kepada PBB untuk mengakhiri perang Rusia Ukraina


Inilah 8 Negara yang Menganut Sistem Pemerintahan Monarki

17 hari lalu

Inilah 8 Negara yang Menganut Sistem Pemerintahan Monarki

Sampai sekarang masih banyak negara yang menganut monarki. Berikut delapan negara yang menganut sistem pemerintahan monarki.


Vatikan Buka Lowongan Kerja Jadi Swiss Guard

27 hari lalu

Vatikan Buka Lowongan Kerja Jadi Swiss Guard

Menjelang peringatan Tahun Suci 2025, Vatikan membuka lowongan untuk menjadi Swiss Guard.


Korban Tewas Banjir Pakistan Tembus 1.000 Orang, 119 Meninggal dalam Sehari

31 hari lalu

Korban Tewas Banjir Pakistan Tembus 1.000 Orang, 119 Meninggal dalam Sehari

Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA) Pakistan mengatakan jumlah korban tewas sejak Juni telah mencapai 1.033 orang