Kudeta Militer Bikin Jutaan Warga Myanmar Terancam Kelaparan

Pengunjuk rasa anti-kudeta militer membuat barikade saat mereka terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di Jembatan Bayint Naung di Mayangone, Yangon, Myanmar, 16 Maret 2021. Hingga kini sudah sekitar 200 demonstran yang tewas akibat kekerasan dari militer Myanmar. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan jutaan orang di Myanmar diperkirakan bakal kelaparan dalam beberapa bulan ke depan jika krisis politik di sana tak kunjung selesai. Kerawanan pangan meningkat tajam di Myanmar setelah kudeta militer dan krisis keuangan yang mendalam.

Analisis Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan lebih dari 3,4 juta orang akan berjuang untuk membeli makanan dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Masyarakat di daerah perkotaan akan terkena dampak paling parah karena kehilangan pekerjaan meningkat di bidang manufaktur, konstruksi dan jasa serta kenaikan harga pangan.

"Semakin banyak orang miskin kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli makanan," kata direktur negara WFP, Stephen Anderson, dikutip dari Reuters, Kamis, 22 April 2021.

Anderson menyerukan semua pihak merespon krisis di Myanmar guna meringankan penderitaan masyarakat dan untuk mencegah kerawanan pangan.

WFP mengatakan harga pasar beras dan minyak goreng telah naik masing-masing sebesar 5 persen dan 18 persen sejak akhir Februari, dengan tanda-tanda bahwa keluarga di ibu kota komersial Yangon melewatkan makan, makan makanan yang kurang bergizi, dan berhutang.

Badan tersebut berencana untuk memperluas operasi, tiga kali lipat menjadi 3,3 juta jumlah orang yang dibantunya, dan menyalurkan US$ 106 juta.

Seorang juru bicara junta Myanmar tidak segera menjawab panggilan telepon untuk meminta komentar.

Tentara Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah sipil yang dipilih secara demokratis pada 1 Februari, menjerumuskan negara Asia Tenggara itu ke dalam kekacauan.

Krisis telah membuat sistem perbankan macet, menutup banyak cabang, membuat bisnis tidak dapat melakukan pembayaran dan pelanggan tidak dapat menarik uang tunai.

Banyak orang bergantung pada kiriman uang dari kerabat di luar negeri. Sebagian besar impor dan ekspor telah dihentikan dan pabrik-pabrik ditutup.

Bank Dunia memperkirakan PDB Myanmar akan berkontraksi 10 persen pada tahun 2021, kebalikan dari tren yang sebelumnya positif.

Sebelum kudeta, WFP mengatakan sekitar 2,8 juta orang di Myanmar dianggap rawan pangan.

Baca juga: Menjelang KTT ASEAN, Malaysia Tegaskan Sikap Soal Krisis Myanmar

Sumber: REUTERS






Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

1 jam lalu

Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

Jokowi menjelaskan, infrastruktur dibutuhkan karena merupakan fondasi bangsa agar bisa bersaing dengan negara lain.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

1 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

4 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Dirjen FAO: Indonesia Ciptakan Sejarah Swasembada Pangan

1 hari lalu

Dirjen FAO: Indonesia Ciptakan Sejarah Swasembada Pangan

Direktur Jenderal Food and Organization (FAO) Qu Dongyu menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengatasi potensi krisis pangan global.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia

3 hari lalu

Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia

Jokowi mengaku baru saja mendapat laporan kalau ada 19.600 orang setiap hari yang mati kelaparan karena krisis pangan.


Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

3 hari lalu

Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

Presiden Jokowi mengkritik minimnya jumlah startup Indonesia yang bergerak di bidang agrikultur, di tengah ancaman krisis pangan yang ke depan akan membesar.


Lima Cara Bertindak Kementan Hadapi Krisis Pangan

3 hari lalu

Lima Cara Bertindak Kementan Hadapi Krisis Pangan

Langkah yang diambil telah dijabarkan dalam Forum Nasional P4S


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


WFP Ingatkan 50 Juta Orang di Dunia di Ambang Kelaparan

5 hari lalu

WFP Ingatkan 50 Juta Orang di Dunia di Ambang Kelaparan

50 juta orang di dunia diambang kelaparan sehingga bantuan amat dibutuhkan demi menghindari kekacauan.