Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Kepada Perusahaan Kayu dan Mutiara Myanmar

Tangkapan layar dari siaran televisi pemerintah Myanmar mulai 3 Februari 2021 menunjukkan Jenderal Min Aung Hlaing berbicara selama pertemuan. [MRTV / Handout melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan milik negara Myanmar pada Rabu dalam serangkaian tindakan hukuman menyusul kudeta militer.

Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya menjatuhkan sanksi pada Myanmar Timber Enterprise (MTE) dan Myanmar Pearl Enterprise (MPE), dua perusahaan industri mutiara dan kayu yang telah menjadi sumber pendapatan bagi militer Myanmar, Tatmadaw.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Washington akan terus menargetkan saluran pendanaan ke junta.

"Kami akan terus mendukung rakyat Burma dalam upaya mereka untuk menolak kudeta ini, dan kami menyerukan kepada rezim militer untuk menghentikan kekerasan, membebaskan semua yang ditahan secara tidak adil, dan memulihkan jalan Burma menuju demokrasi," kata Blinken, dikutip dari Reuters, 22 April 2021.

Sanksi itu membekukan aset bisnis AS dan umumnya melarang orang Amerika berurusan dengan perusahaan yang menurut Departemen Keuangan bertanggung jawab atas ekspor kayu dan mutiara dari Myanmar.

Sepatu terlihat selama "Aksi Sepatu Berbaris" untuk memperingati orang-orang yang telah terbunuh sejak dimulainya kudeta militer, di Yangon, Myanmar 8 April 2021. [Foto diperoleh oleh REUTERS]

Environmental Investigation Agency, sebuah organisasi nirlaba internasional yang mendokumentasikan pelanggaran industri kayu di Myanmar dan di tempat lain, mengatakan bulan ini bahwa junta militer mendapat untung dari ekspor jati melalui MTE.

Kayu jati itu kadang-kadang diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa dan digunakan untuk furnitur mewah dan untuk geladak kapal pesiar kelas atas, kata Environmental Investigation Agency.

"Sanksi yang diberikan pada MTE di Myanmar merupakan pukulan yang signifikan bagi rezim militer, yang secara langsung mendapatkan keuntungan dari hutan negara yang berharga dan semakin berkurang," kata Faith Doherty, pemimpin Environmental Investigation Agency.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut, yang berarti tidak ada kayu atau produk kayu dari Myanmar yang dapat diekspor ke Amerika Serikat, juga akan melemahkan pejabat yang korup.

Sementara itu, Kelompok advokasi Human Rights Now and Justice for Myanmar mengatakan perusahaan perhiasan Jepang Tasaki harus mengakhiri semua bisnis dengan MPE, menuduh perusahaan mutiara itu mendukung junta dengan mempertahankan bisnis dengan perusahaan milik negara. Tasaki belum berkomentar terkait tuduhan itu.

Myanmar berada dalam krisis sejak kudeta Februari ketika militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi, dengan protes hampir setiap hari dan tindakan keras oleh junta yang menewaskan ratusan orang.

Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) mengatakan 738 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar sejak kudeta dan 3.300 orang ditahan. 20 orang lainnya telah dijatuhi hukuman mati oleh junta militer Myanmar dan saat ini bersembunyi, kata AAPP.

Baca juga: Menjelang KTT ASEAN, Malaysia Tegaskan Sikap Soal Krisis Myanmar

REUTERS






Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

3 jam lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Inilah Syarat Menjadi Hakim Agung Karier dan Nonkarier

2 hari lalu

Inilah Syarat Menjadi Hakim Agung Karier dan Nonkarier

Untuk menjadi hakim agung terdapat dua jalur yang dapat diikuti, yaitu karier dan nonkarier. Berikut adalah persyaratannya.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

3 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

3 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

3 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

3 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Pedro Sanchez Sebut Rusia Juga Memerangi Eropa

5 hari lalu

Pedro Sanchez Sebut Rusia Juga Memerangi Eropa

Pedro Sanchez mengklaim operasi militer Rusia di Ukraina gagal dan hanya membuat Uni Eropa semakin kuat.


Targetkan Kemenangan di Ukraina, Rusia Tingkatkan Kemampuan Senjata AK-12 Kalashnikov

5 hari lalu

Targetkan Kemenangan di Ukraina, Rusia Tingkatkan Kemampuan Senjata AK-12 Kalashnikov

Rusia telah memodifikasi senapan serbu jenis AK-12 Kalashnikov yang digunakan pasukannya di Ukraina


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

6 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

7 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.