22 Pasien di India Meninggal Kekurangan Oksigen

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya 22 pasien meninggal di sebuah rumah sakit umum di negara bagian Maharashtra, India, pada Rabu, 21 April 2021 karena kehabisan oksigen. Rumah sakit itu juga merawat pasien positif Covid-19.

    Musibah ini terjadi karena menipisnya suplai oksigen setelah adanya kebocoran tanki oksigen. Penyebab bocornya tanki oksigen tidak dipublikasi.    

    “Tangki oksigen telah mengalami kebocoran saat pengisian ulang dan itu telah menyebabkan kematian 22 pasien,” kata Suraj Mandhare, pejabat di distrik Nashik, negara bagian Maharashtra, India.

    Body of man who died from the coronavirus disease (COVID-19) is seen at the casualty ward in Lok Nayak Jai Prakash (LNJP) hospital, amidst the spread of the disease in New Delhi, India April 15, 2021. REUTERS/Danish Siddiqui

    Sebelumnya pada Minggu kemarin, 18 April 2021, Menteri Kesehatan negara bagian Maharashtra Rajesh Tope mengatakan tidak pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit umum yang meninggal karena kekurangan oksigen. Sebagian besar kematian Covid-19 terjadi karena pasien terlambat mencari pertolongan.

    “Saya telah menerima sejumlah laporan dari rumah sakit-rumah sakit pemerintah di negara bagian Maharashtra. Tidak ada pasien Covid-19 yang meninggal karena kekurangan oksigen di rumah sakit-rumah sakit umum,” kata Tope.

    Sebelumnya pada awal pekan ini, pasien Covid-19 dalam satu keluarga meninggal di dua rumah sakit di distrik Palghar, yang bersebelahan dengan Mumbai. Mereka meninggal diduga karena kekurangan oksigen yang kemudian mengarah ke kematian.

    Baca juga: Inggris Masukkan India Dalam Daftar Merah COVID-19

      

    Sumber: Reuters | ndtv.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.