PM Boris Johnson Minta Klub Bola Inggris Keluar dari European Super League

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual, setelah memimpin pertemuan COBRA, yang diadakan sebagai tanggapan atas peningkatan pembatasan perjalanan di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di 10 Downing Street, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [Tolga Akmen / Pool via REUTERS]

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual, setelah memimpin pertemuan COBRA, yang diadakan sebagai tanggapan atas peningkatan pembatasan perjalanan di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di 10 Downing Street, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [Tolga Akmen / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson ikut bersuara soal kontroversi European Super League (ESL). Dikutip dari Channel News Asia, ia meminta klub bola Inggris untuk keluar dari liga tersebut saat masih sempat.

    Per berita ini ditulis, enam klub bola Inggris sudah memutuskan untuk tidak terlibat dalam ESL. Mereka terdiri atas Manchester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

    "Keputusan yang diambil oleh Chelsea dan Manchester City adalah keputusan yang tepat dan saya sangat mendukung mereka untuk mengambil keputusan itu," ujar Boris Johnson, Rabu, 21 April 2021.

    Johnson melanjutkan, ia berharap klub-klub bola lainnya untuk segera menyusul. Bahkan, kalau bisa, jangan klub bola yang berada di Inggris saja.

    "Saya berharap klub-klub bola lainnya yang terlibat di ESL mau mengikuti jejak mereka (yang sudah lebih dulu mundur)," ujar Johnson.

    Dengan keluarnya enam klub dari ESL, maka klub yang tersisa di ESL tinggal Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, AC Milan, Inter Milan, serta Juventus. Mereka tercatat masih terlibat dalam proyek ESL.

    Diberitakan sebelumnya, dua belas klub sepakbola top Eropa menyatakan pada Ahad lalu bahwa mereka akan membuat liga terpisah bernama ESL. Berisikan 20 klub, ESL mereka desain untuk menjamin pemasukan yang lebih besar tanpa resiko gagal lolos kualifikasi untuk 12 klub pendiri.

    Namun, rencana tersebut mendapat pertentangan keras dari dari para pemain dan manajer klub. Menurut mereka, hal itu sama saja dengan membuat kompetisi tertutup dan memperlebar jurang antara klub kaya dan klub miskin. Adapun organisasi penyelenggara European Super League belum mau berkomentar per berita ini ditulis.

    Baca juga:  PM Inggris dan Presiden Prancis Menentang European Super League

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.