Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Kembali Didistribusikan di Eropa

Botol berlabel "COVID-19 Coronavirus Vaccine" dan jarum suntik terlihat di depan terpampang logo Johnson & Johnson dalam ilustrasi yang diambil, 9 Februari 2021 ini. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

TEMPO.CO, Jakarta - Badan regulator obat-obatan Uni Eropa (EMA) akhirnya mengizinkan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson kembali didistribusikan. Menurut badan regulator tersebut, manfaat yang ditawarkan vaksin Johnson & Johnson melebihi resiko pembekuan darah yang membuat distribusinya sempat ditahan. Walau begitu, EMA meminta agar vaksin COVID-19 itu diberikan label peringatan bahwa ada potensi kasus pembekuan darah walau sifatnya langka.

Dikutip dari kantor berita Reuters, Johnson & Johnson menyanggupi permintaan EMA tersebut. Johnson & Johnson menyatakan telah menyiapkan kemasan dan label baru dengan catatan keterangan soal resiko pembekuan darah, cara diagnosis, serta cara penanganan. Adapun uji klinis juga sudah dimulai lagi.

"Pembekuan darah (akibat vaksin COVID-19 Johnson & Johnson) adalah kasus yang sifatnya sangat langka. Kami berharap dengan membuat masyarakat sadar akan resikonya serta memberikan panduan diagnostik sejelas mungkin akan meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin kami," ujar Kepala Saintifik Johnson & Johnson, Paul Stoffels, Rabu, 21 April 2021.

Merespon kembali didistribusikannya vaksin COVID-19 Johnson & Johnson, beberapa negara mulai kembali menimbang penggunaannya. Belanda telah menyatakan kembali menggunakan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson per Rabu ini.

Botol dan jarum suntik terlihat di depan logo Johnson & Johnson yang ditampilkan dalam ilustrasi yang diambil pada 11 Januari 2021. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

Di antara sekian banyak vaksin COVID-19 yang ada, Johnson & Johnson adalah salah satu yang dianggap bisa mempercepat kampanye vaksinasi. Di saat vaksin-vaksin COVID-19 lainnya perlu disuntikkan dua kali dengan jeda tiap suntikan satu bulan, vaksin COVID-19 Johnson & Johnson hanya perlu disuntikkan satu kali.

Di Amerika, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) belum mengeluarkan putusan apakah akan mengikuti jejak Eropa. Menurut laporan Reuters, CDC dan badan regulator obat-obatan serta makanan (FDA) bakal menggelar pertemuan pada Jumat ini untuk menentukan rekomendasi penggunaan vaksin Johnson & Johnson .

"Hasil dari kajian vaksin (Johnson & Johnson) adalah penting sifatnya terhadap kelanjutan kampanye vaksinasi global. Hal itu mengingat vaksin COVID-19 Johnson & Johnson tidak memerlukan pendingin bersuhu ekstrim," ujar pakar epidemi Ashtyn Evans.

Sebelum kasus COVID-19 Johnson & Johnson , kasus serupa juga melanda vaksin AstraZeneca yang menggunakan teknologi serupa, Adenovirus. Hal itu membuat vaksin AstraZeneca sempat tidak digunakan berbagai negara karena khawatir kasus pembekuan darah. Namun begitu, AstraZeneca adalah salah satu vaksin COVID-19 paling terjangkau sehingga banyak dibeli, baik untuk digunakan sendiri atau untuk disumbangkan ke negara lain.

Baca juga: Johnson & Johnson Respon Rekomendasi Jangan Pakai Vaksin COVID-19 Buatannya

ISTMAN MP | REUTERS






Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

2 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

7 jam lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

17 jam lalu

Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

Uni Eropa memberikan peringatan keras jika salah satu infrastruktur energi aktif blok itu diserang.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

2 hari lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

3 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

3 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

3 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.