Hubungan Cina - Amerika Memanas, Xi Jinping Kritik Hegemoni Pemerintahan Global

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina Xi Jinping bertepuk tangan pada sesi penutupan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina (CPPCC) di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 10 Maret 2021. [REUTERS / Carlos Garcia Rawlins]

    Presiden Cina Xi Jinping bertepuk tangan pada sesi penutupan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina (CPPCC) di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 10 Maret 2021. [REUTERS / Carlos Garcia Rawlins]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Cina Xi Jinping pada Selasa menyerukan penolakan terhadap struktur kekuasaan hegemonik dalam pemerintahan global, di tengah meningkatnya ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat.

    Berbicara di forum tahunan Boao Forum for Asia, Xi Jinping mengkritik upaya beberapa negara untuk "membangun penghalang" dan "pemisah" yang akan merugikan negara lain dan tidak menguntungkan siapapun.

    Cina telah lama menyerukan reformasi sistem pemerintahan global untuk lebih mencerminkan perspektif dan nilai yang lebih beragam dari komunitas internasional, termasuk komunitas internasionalnya sendiri, daripada beberapa negara besar.

    Cina juga telah berulang kali bentrok dengan negara adidaya dalam pemerintahan dunia, khususnya Amerika Serikat, karena berbagai masalah mulai dari hak asasi manusia hingga pengaruh ekonomi Cina atas negara lain.

    "Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni," kata Xi Jinping dalam sambutannya yang disiarkan ke forum, dikutip dari Reuters, 20 April 2021.

    "Sebuah negara besar harus terlihat seperti negara besar dengan menunjukkan bahwa ia memikul lebih banyak tanggung jawab," katanya.

    Meski Xi Jinping tidak menyebut negara yang dituduh dalam pidatonya, para pejabat Cina belakangan ini merujuk pada hegemoni AS dalam kritik publik terhadap proyeksi kekuatan global Amerika Serikat dalam perdagangan dan geopolitik.

    Presiden AS Joe Biden berbicara tentang sektor lapangan pekerjaan dan ekonomi di Gedung Putih di Washington, AS, 7 April 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Pada hari Jumat, Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan tatap muka pertama di Gedung Putih sejak menjabat. Biden bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di mana Cina adalah salah satu isu utama yang dibahas.

    Kedua pemimpin mengatakan mereka sama-sama prihatin tentang situasi hak asasi manusia di Hong Kong dan wilayah Xinjiang Cina, di mana AS mengatakan Cina sedang melakukan genosida terhadap Muslim Uighur. Cina membantah ada pelanggaran HAM di Xinjiang.

    Demi menandingi pengaruh Cina, Joe Biden mengatakan Jepang dan Amerika Serikat akan bersama-sama berinvestasi di berbagai bidang seperti teknologi 5G, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, genomik, dan rantai pasokan semikonduktor.

    Ketika pemerintahan Biden mengumpulkan sekutu demokratis lainnya untuk memperkuat sikap mereka terhadap Cina, pemerintahan Xi Jinping berusaha untuk memperkuat hubungan dengan mitra otokratis dan tetangga yang bergantung secara ekonomi di Asia Tenggara.

    Penutur bahasa Mandarin di forum Boao, forum tandingan untuk Davos, juga menegaskan komitmen Beijing terhadap perdagangan bebas global.

    Praktik perdagangan Cina adalah fokus dari perang tarif yang intens antara Cina dan AS di bawah pemerintahan Trump, dengan Amerika Serikat menuduh Cina memiliki anak perusahaan yang tidak adil yang memberi perusahaan Cina keuntungan tidak adil di luar negeri, dan memaksa transfer teknologi dan kekayaan intelektual.

    Namun, terlepas dari konfrontasi terus-menerus antara pemerintah AS dan Cina, kedua belah pihak sepakat dalam memerangi perubahan iklim, setelah pembicaraan bilateral tentang memerangi emisi rumah kaca gagal selama era Trump.

    Pekan lalu, utusan iklim AS John Kerry terbang ke Shanghai untuk bertemu dengan mitranya dari Cina dalam kunjungan tingkat tinggi pertama pemerintahan Joe Biden ke Cina.

    Pemerintahan Joe Biden dan Xi Jinping menyepakati tindakan konkret pada tahun 2020-an untuk mengurangi emisi.

    Baca juga: Cina Tawarkan Amerika Serikat untuk Dialog

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H