Tangkal Aksi Klaim Cina, Duterte Kirim Kapal AL ke Laut Cina Selatan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba bersama putri sekaligus ibu negara Sara Duterte-Carpio untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar Jepang Naruhito di Tokyo, Jepang 22 Oktober 2019. [Carl Court / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte khawatir Cina akan mencoba mengklaim wilayah perairan negaranya di Laut Cina Selatan. Hal itu menyusul aksi Cina yang mengirim 220 kapal laut ke wilayah perairannya. Oleh karena itu, Duterte berencana mengirimkan kapal angkatan lautnya untuk memastikan tidak ada upaya klaim atas wilayah perairannya.

"Saya tidak bergitu tertarik dengan urusan perikanan. Menurut saya tidak banyak ikan (di perairan Filipina) yang pantas untuk diributkan. Namun, ketika ini sudah berurusan dengan eksplorasi cadangan migas, maka saya akan mengirimkan kapal militer untuk menegaskan klaim," ujar Duterte, dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 19 April 2021.

Diberitakan sebelumnya, 220 kapal Cina merapat di wilayah perairan Filipina, Laut Cina Selatan, pada Maret lalu. Mereka berdalih merapat di perairan Filipina untuk menghindari ganasnya lautan saat itu.

Filipina tidak percaya dengan pernyataan Cina. Mereka menyakini Cina berupaya menguasai cadangan migas yang berada di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina. Di sisi lain, sudah bukan rahasia umum bahwa Cina mengklaim keseluruhan Laut Cina Selatan sebagai miliknya, menyebutnya sebagai Nine Dash Line.

Meski Filipina meragukan alasan kapal-kapal Cina, berbagai pihak kecewa terhadap reaksi yang diberikan administrasi Duterte. Menurut berbagai kritikus, Duterte seharusnya lebih tegas lagi ke Cina karena negeri tirai bambu jelas tidak memiliki niat baik dengan menaruh ratusan kapal di ZEE Filipina.

Personel Penjaga Pantai Filipina berpatroli di dekat kapal Cina yang diyakini diawaki oleh personel milisi maritim Cina di Whitsun Reef, Laut Cina Selatan, dalam foto yang dipublikasi oleh penjaga Pantai Filipina pada Kamis, 15 April 2021. Filipina menuduh Cina telah mengumpulkan lebih dari 240 kapal di perairan teritorial negara Asia Tenggara itu. Philippine Coast Guard via REUTERS

Duterte melanjutkan, ia sejatinya tidak ingin hubungan Filipina dan Cina memburuk. Namun, kata ia, dirinya tidak bisa tinggal diam jika sumber daya alam Filipina diambil tanpa izin atau kesepakatan tertentu.

"Jika mereka mulai mengebor (di ZEE Filipina), saya akan berkata kepada Cina, apakah itu masuk dalam kesepakatan? Jika tidak masuk dalam kesepakatan, maka saya juga akan melakukan pengeboran migas di sana," ujar Duterte.

Sebagai catatan, beberapa tahun terakhir Duterte mencoba membangun aliansi dengan Cina. Negeri tirai bambu tersebut berjanji akan ada bantuan pinjaman serta investasi, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, jika Filipina mau bersekutu. Filipina menyetujuinya, namun janji itu belum pernah terealisasi yang memicu kemarahan sejumlah politisi nasionalis.

Duterte bergeming, mencoba mempertahankan hubungan baik dengan Cina. Ia beberapa kali berkata, Cina terlalu kuat untuk dikonfrontasi langsung oleh Filipina dan ia tak ingin masuk ke perang yang tak mungkin dimenangkan. Namun, situasi 220 kapal di ZEE meningkatkan tekanan ke Duterte untuk segera bertindak tegas ke Cina.

Baca juga: Perairannya Diganggu Kapal Cina, Filipina Mau Latihan Militer Lagi dengan AS

ISTMAN MP | REUTERS






6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

20 jam lalu

6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

Kasus ini sempat viral di media sosial saat salah satu anak dari ABK WNI itu melalui akun @maimeichil bercerita tentang kasus, yang dialami ayahnya.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

1 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

1 hari lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

3 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

3 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

3 hari lalu

Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

Filipina menghentikan operasi 175 perusahaan perjudian lepas pantai dan mendeportasi sekitar 40.000 pekerja China.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

5 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

5 hari lalu

Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

Pemerintah Filipina mendistribusikan bantuan kepada ribuan pengungsi setelah topan Noru mendarat di ibu kota dan provinsi utara, menewaskan 5 orang


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

5 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Topan Noru Mendekat, Filipina Evakuasi Ribuan Warga Pesisir

6 hari lalu

Topan Noru Mendekat, Filipina Evakuasi Ribuan Warga Pesisir

Noru, topan tropis ke-11 yang melanda Filipina tahun ini, akan mengakibatkan hujan deras hingga lebat di wilayah ibu kota dan provinsi-provinsi terdek