Ada Varian Covid, Hong Kong Tutup Penerbangan dari India, Pakistan, dan Filipina

Seorang perempuan, mengenakan masker wajah di tengah wabah Covid-19, sedang menyortir barang bawaan di Bandara Internasional Hong Kong, Cina, 20 Oktober 2020. [REUTERS / Lam Yik]

TEMPO.CO, JakartaHong Kong akan menangguhkan penerbangan dari India, Pakistan, dan Filipina, mulai 20 April selama dua minggu setelah varian baru Covid-19 mutan N501Y terdeteksi di Hong Kong untuk pertama kalinya.

Ketiga negara tersebut akan diklasifikasikan sebagai negara "risiko sangat tinggi" setelah ada beberapa kasus impor yang membawa strain mutasi virus corona ke Hong Kong dalam 14 hari terakhir, kata pemerintah pada Ahad, dikutip dari Reuters, 19 April 2021.

Hong Kong melaporkan 30 kasus virus corona baru pada hari Minggu, 29 di antaranya diimpor, menandai jumlah korban harian tertinggi sejak 15 Maret. Hong Kong telah mencatat lebih dari 11.600 kasus secara total dan 209 kematian.

Petugas kesehatan mengenakan pakaian pelindung setelah pemerintah mengumumkan lockdown sebagian wilayah pemukiman Jordan untuk menahan menyebarnya COVID-19, di Hong Kong, 23 Januari 2021. Langkah ini menjadi lockdown pertama bagi Hong Kong sejak pandemi Covid-19. REUTERS/Tyrone Siu

Otoritas Hong Kong telah mendesak penduduk untuk vaksinasi Covid-19 karena baru sekitar 9% dari 7,5 juta penduduk Hong Kong yang sudah divaksinasi sejauh ini.

Pemerintah Hong Kong pekan lalu memperluas skema vaksinasi untuk pertama kalinya melibatkan mereka yang berusia antara 16 hingga 29 tahun, karena ingin meningkatkan permintaan vaksinasi.

Maskapai yang terkena dampak larangan Hong Kong pada pelancong dari India, Pakistan, dan Filipina termasuk maskapai penerbangan seperti Cathay Pacific, Hong Kong Airlines, Vistara, dan Cebu Pacific.

Baca juga: Hong Kong Izinkan Warga Usia 16 Tahun Dapat Vaksin Virus Corona

REUTERS






Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

2 jam lalu

Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

Perintah Mahkamah Agung akan mempengaruhi setidaknya 500 gerai komersial di sekitar Taj Mahal.


4 Fakta Menarik Seputar Penarikan Mie Sedaap di Pasar Hong Kong

3 jam lalu

4 Fakta Menarik Seputar Penarikan Mie Sedaap di Pasar Hong Kong

Mengutip dari The Standard, penarikan Mie Sedaap itu karena Pusat Keamanan Pangan menemukan kemungkinan adanya etilen oksida, sejenis pestisida.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

4 jam lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

14 jam lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

1 hari lalu

Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

Seorang pria di India menyesali keberuntungannya setelah menang lotre Rp 4,7 miliar.


Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

1 hari lalu

Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

Total biomassa semut di dunia 12 juta ton, lampaui burung dan mamalia liar digabung menjadi satu.


Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

1 hari lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Mie Sedaap dari Indonesia Ditarik Hong Kong, Ditemukan Bahan Berbahaya Penyebab Kanker

1 hari lalu

Mie Sedaap dari Indonesia Ditarik Hong Kong, Ditemukan Bahan Berbahaya Penyebab Kanker

Hong Kong melarang peredaran Mie Sedaap asal Indonesia karena mengandung pestisida.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

2 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Kembali Terbang, TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Bali dengan Tiket Rp 800 Ribu

2 hari lalu

Kembali Terbang, TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Bali dengan Tiket Rp 800 Ribu

TransNusa kembali membuka penjualan tiket penerbangan rute dometik terbaru Jakarta - Bali dan Jakarta Yogyakarta, mulai Rabu, 28 September 2022.