Hari ini, 10 Tahun Fidel Castro Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Reporter

Presiden Kuba, Fidel Castro saat menyampaikan sambutan di depan ratusan mahasiswa Amerika Latin di Pedernales, Holguin, Kuba, 26 Juli 2006. AP/ Javier Galeano, File

TEMPO.CO, Jakarta - Tepat hari ini, 19 April 2021, sudah 10 tahun Fidel Castro mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Komunis Kuba. Fidel sudah memimpin partai tersebut sejak revolusi pada 1959 lalu. Dan, 3 tahun sebelum mundur dari kursi tertinggi Partai Komunis Kuba, ia terlebih dahulu mengundurkan diri sebagai Presiden Kuba.

Pria yang juga menjadi sahabat Che Guevara ini lahir di Biran, Provinsi Holguin, 13 Agustus 1926 dengan nama Fidel Alejandro Castro Ruz. Fidel memiliki latar belakang sebagai anak seorang petani tebu yang cukup kaya di Las Manacas, Biran.

Sebelum mencapai kejayaan pada setiap revolusi yang ia lakukan bersama teman seperjuangannya, di masa-masa awal kuliah—Fidel masuk Fakultas Hukum, Universitas Havana pada 1945, ia hanyalah remaja yang buta akan persoalan politik. Namun, ia tetap gigih untuk memahami hal tersebut dengan mengikuti beragam aktivisme yang ada di kampus.

Dengan bergelut dalam aktivisme tersebut, membuat Fidel memiliki pandangan politik anti-imperialisme dan menentang intervensi Amerika Serikat di Teluk Babi. Dengan segala macam aktivisme tersebut itulah ia membuat berbagai macam prinsip solidaritas internasional.

Fidel mengguncang Kuba untuk pertama kalinya setelah mengkritik keras tindakan korupsi dan kekerasan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Ramon Grau. Dalam hal ini, ia menyampaikan pidatonya di depan khalayak umum pada November 1946. Hal ini yang membuatnya menuai sorotan dari media-media lokal.

Dua tahun berselang setelah ia masuk universitas dan mengaku buta akan persoalan politik, Fidel bergabung dengan Partido Ortodoxo atau Partai Rakyat Kuba-Ortodoks. Segala aktivisme yang dilakukannya mampu mengeluarkannya dari kebutaan terhadap politik.

Perjuangan politik pria yang juga di juluki El Comandante ini tidak berhenti ketika pada masa kuliah saja, Fidel pernah melakukan pergerakan untuk menyerang barak militer yang berada di Santiago de Cuba, Barak Moncada. Walaupun mengalami kegagalan dalam operasi, peristiwa ini menjadi representasi kemarahan publik pada rezim Jenderal Fulgencio Batista. Batista yang awalnya Kepala Angkatan Bersenjata melakukan kudeta pada 1933 dan menjalankan roda pemerintahan Kuba.

Puncak dari pertikaian ini terjadi dalam kurun waktu 1956-1959 ketika Fidel melakukan gencatan senjata dengan militer Kuba yang berawal dari gerilya di Pegunungan Sierra Maestra. Pada masa ini pula Fidel bersama pasukannya berhasil menumpas angkatan darat Batista.

Dalam peperangan ini Fidel Castro dibantu Che Guevara dan Camilo Cienfuegos. Pada 2 Januari 1959, Fidel memasuki daerah Santiago dan melakukan pidato soal perang kemerdekaan. Peristiwa ini juga menjadi penanda terhadap Revolusi Kuba. Tokoh ini meninggal pada usia 90 tahun, Sabtu, 26 November 2016.

GERIN RIO PRANATA

Baca: Tutup Usia di 90, Ini Perjalanan Hidup Fidel Castro






Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

5 jam lalu

Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

Duta Besar Amerika Serikat yang baru untuk ASEAN menyerahkan surat kepercayaannya kepada Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi


Dari Berbahan Kayu hingga Bertenaga Nuklir, Inilah Sejarah Penemuan Kapal Selam

17 jam lalu

Dari Berbahan Kayu hingga Bertenaga Nuklir, Inilah Sejarah Penemuan Kapal Selam

Tak banyak yang tahu bahwa kapal selam pada awalnya dirancang berbahan kayu dan bergerak dengan dikayuh oleh manusia.


Penculikan Misterius, Keluarga di California Ditemukan Tewas Termasuk Bayi 8 Bulan

19 jam lalu

Penculikan Misterius, Keluarga di California Ditemukan Tewas Termasuk Bayi 8 Bulan

Penculikan misterius terjadi pada korban yang merupakan satu keluarga. Keempat korban ditemukan tewas termasuk bayi yang masih berusia 8 bulan.


Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

21 jam lalu

Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan tidak akan menggantungkan nasib pertahanan wilayahnya kepada pihak lain.


Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

1 hari lalu

Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak pendek ke laut arah Jepang setelah kembalinya kapal induk AS ke wilayah itu.


Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

1 hari lalu

Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

Baquer Namazi, 85 tahun, yang dipenjara di Iran atas tuduhan menjadi mata-mata Amerika Serikat, telah dibebaskan.


Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

1 hari lalu

Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

Seorang pria yang diduga penculik sebuah keluarga dari California, AS, ditahan etelah mencoba untuk bunuh diri.


Ingin Jadi Warga Rusia, Eks Marinir AS Serang Polisi dan Dipenjara 4,5 Tahun

2 hari lalu

Ingin Jadi Warga Rusia, Eks Marinir AS Serang Polisi dan Dipenjara 4,5 Tahun

Mantan marinir AS Robert Gilman dijatuhi hukuman 4,5 tahun di Moskow karena menyerang polisi saat mabuk. Ia disebut-sebut ingin jadi warga Rusia.


Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

2 hari lalu

Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

Media Barat melaporkan Rusia sedang bersiap menguji super-torpedo Poseidon, yang sering disebut sebagai 'senjata Kiamat'


Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

2 hari lalu

Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

Kuba telah memulihkan listrik di sebagian besar wilayah Havana setelah dikacau oleh badai Ian.