Diduga Melanggar Hak Cipta, Salt Bae Digugat Rp72 Miliar

Nusret Gokce koki yang dikenal dengan nama Salt Bae karena gaya khasnya saat menaburkan garam. Foto: Instagram/Nusr_et

TEMPO.CO, - Nusret Gokce, koki yang terkenal dengan julukan Salt Bae, digugat US$ 5 juta atau Rp 72 miliar oleh seorang seniman Amerika karena diduga melanggar hak cipta. Seniman yang bernama Logan Hicks ini menuduh Nusret menggunakan karya seninya di seluruh dunia tanpa izin.

Hicks mengatakan, dia dan seorang teman, Joseph Lurato, dipekerjakan oleh Nusret untuk restorannya di Miami. Mereka diminta menggambar mural Nusret dengan pose menaburkan garam yang khas

Namun gambar tersebut ditemukan pula di restoran milik Nusret lainnya seperti di Dubai, Doha, Istanbul, dan New York, menurut surat-surat pengadilan seperti dikutip dari The National News, Senin, 19 April 2021.

Menurut gugatan itu, Hicks mengetahui jika Nusret dan perusahaannya menggunakan gambar yang sama tanpa izin secara internasional pada awal 2020. Hicks menuduh Nusret dan perusahaannya telah menggunakan gambar yang sama tanpa izin di etalase jendela, pada menu, tas belanja, kemasan tisu basah, tanda digital, dan label untuk bumbu Salt Bae.

"Terdakwa terlibat dalam penyebaran yang luas dan tidak sah dan penggunaan karya asli," klaim gugatan itu.

Hicks dilaporkan mengirim surat keberatan atas pelanggaran hak cipta ini dan meminta Nusret berhenti menggunakan karya aslinya pada April 2020. Tapi koki Salt Bae ini masih terus menggunakan gambar tersebut di restoran lainnya di seluruh dunia.

Baca juga: Disuapi dengan Pisau? Begini Aksi Salt Bae dan David Beckham 

Sumber: THE NATIONAL NEWS






Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

10 jam lalu

Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

Bill Gates memuji ekonomi Cina sebagai kemenangan besar untuk dunia.


Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

12 jam lalu

Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

Cina dan Amerika Serikat kemungkinan bisa berperang tiga dua tahun lagi, menurut jenderal bintang empat AS. Apa penyebabnya?


Menlu AS Kunjungi Timur Tengah Saat Israel Palestina Bergejolak

13 jam lalu

Menlu AS Kunjungi Timur Tengah Saat Israel Palestina Bergejolak

Menlu AS Anthony Blinken memulai kunjungan ke Timur Tengah. Salah satu agendanya adalah meredakan ketegangan antara Israel Palestina.


Kilas Balik We Are the World Menginspirasi Peduli Amerika Serikat atas Bencana Kelaparan Afrika

18 jam lalu

Kilas Balik We Are the World Menginspirasi Peduli Amerika Serikat atas Bencana Kelaparan Afrika

Tujuan lagu tersebut, untuk menginspirasi penduduk Amerika Serikat guna menyatukan dukungan terhadap bencana kelaparan di Afrika.


Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

23 jam lalu

Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

Turki memperingatkan warganya terhadap "kemungkinan serangan Islamofobia, xenofobia, dan rasisme" di Amerika dan Eropa


Anggotanya Siksa Tyre Nichols Hingga Tewas, Unit Khusus SCORPION Dibubarkan

1 hari lalu

Anggotanya Siksa Tyre Nichols Hingga Tewas, Unit Khusus SCORPION Dibubarkan

Unit polisi khusus tempat lima petugas Memphis yang memukuli Tyre Nichols sampai akhirnya tewas, dibubarkan karena banyak protes


SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

1 hari lalu

SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

SMA Labschool Jakarta kembali berangkat ke Amerika Serikat untuk kompetisi internasional Harvard Model United Nations (HMUN) pada tahun ini.


AS Unjuk Kekuatan Militer di Laut China Selatan

2 hari lalu

AS Unjuk Kekuatan Militer di Laut China Selatan

Pesawat tempur dan helikopter AS beserta kapal induk USS Nimitz melakukan latihan di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim China.


Bakamla dan Amerika Kerja Sama Bidang Keamanan Perairan

3 hari lalu

Bakamla dan Amerika Kerja Sama Bidang Keamanan Perairan

Bakamla dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan kerja sama untuk mendukung keamanan wilayah perairan Indonesia


Krisis Ekonomi, Amerika Bantu Bayar Gaji Tentara Lebanon

3 hari lalu

Krisis Ekonomi, Amerika Bantu Bayar Gaji Tentara Lebanon

Uang bantuan dari Amerika akan diberikan lewat program PBB setelah krisis mata uang di Lebanon menggerus gaji yang diterima tentara Lebanon