Thailand Siapkan Rumah Sakit Darurat untuk Rawat Pasien Covid-19


TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas di Thailand mendirikan sejumlah rumah sakit darurat untuk menghadapi gelombang kenaikan angka infeksi virus corona. Thailand juga membuat fasilitas untuk merawat pasien Covid-19 tanpa gejala.

Sebelumnya pada Jumat, 16 April 2021, Thailand melaporkan kasus harian Covid-19 tertinggi untuk kelima kalinya di negara itu. Sekarang ini Thailand merawat sekitar 10.461 pasien positif Covid-19. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan Thailand berada dalam tekanan.

Thailand telah mendirikan lebih dari 20 ribu tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di rumah sakit – rumah sakit darurat yang tersebar di penjuru negara itu. Rumah sakit darurat diantaranya memanfaatkan aula pertemuan dan tempat-tempat olahraga.

Hotel dan rumah sakit sekarang sudah bermitra untuk mendirikan rumah sakit darurat sebagai tempat merawat pasien Covid-19 tanpa gejala.

Kementerian Kesehatan Thailand menjelaskan sekarang ini ada sekitar 5 ribu tempat tidur di 23 hotel yang disediakan untuk merawat pasien Covid-19. Dari jumlah itu, 2 ribu tempat tidur dalam kondisi sudah terisi. Rencananya, akan disiapkan lagi sekitar 7 ribu lebih tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.

Marisa Sukosol Nunbhakdi, presiden asosiasi hotel di Thailand mengatakan sejumlah hotel di Thailand telah menjadi tempat karantina bagi para pelancong yang bertandang ke Negeri Gajah Putih. Prosedur kesehatan diberlakukan di hotel-hotel tersebut, seperti petugas dengan APD lengkap, sarana kebersihan dan memastikan karpet-karpet di dicopot.

Baca juga: Kasus Baru Positif Covid-19 di Thailand Naik

       

Sumber: Reuters






Malaysia Tidak Lagi Wajibkan Pemakaian Masker di Pesawat

1 jam lalu

Malaysia Tidak Lagi Wajibkan Pemakaian Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

4 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

9 jam lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

23 jam lalu

Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

Sejak pandemi, Thailand secara bertahap membuka kembali pariwisata internasional mulai Juli 2021 dengan program khusus.


Thailand akan Legalkan Aborsi Hingga Usia Kandungan 20 Minggu

23 jam lalu

Thailand akan Legalkan Aborsi Hingga Usia Kandungan 20 Minggu

Sebelumnya, aborsi di Thailand dapat didenda hingga 10.000 baht atau Rp3,9 juta, atau enam bulan penjara


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Efek Samping Menyimpan Ponsel di Tempat Tidur

2 hari lalu

Efek Samping Menyimpan Ponsel di Tempat Tidur

Jangan biasakan bermain ponsel di sekitar waktu tidur. Berikut kemungkinan efek negatif menyimpan ponsel di dekat tempat tidur.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

2 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.