Gedung Pernikahan di Kamboja Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tukang becak menghadiri pemutaran film luar ruangan yang diadakan oleh sebuah organisasi swasta, di mana uang tunai dan sumbangan makanan dibagikan untuk membantu mereka bertahan di tengah kemerosotan pariwisata yang disebabkan oleh wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Phnom Penh, Kamboja 23 Januari 2021. Becak Kamboja, atau yang dikenal cyclo, telah lama menjadi pilihan populer bagi pengunjung yang ingin melihat-lihat dan menikmati hiruk pikuk Phnom Penh dengan santai. REUTERS/Cindy Liu

    Tukang becak menghadiri pemutaran film luar ruangan yang diadakan oleh sebuah organisasi swasta, di mana uang tunai dan sumbangan makanan dibagikan untuk membantu mereka bertahan di tengah kemerosotan pariwisata yang disebabkan oleh wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Phnom Penh, Kamboja 23 Januari 2021. Becak Kamboja, atau yang dikenal cyclo, telah lama menjadi pilihan populer bagi pengunjung yang ingin melihat-lihat dan menikmati hiruk pikuk Phnom Penh dengan santai. REUTERS/Cindy Liu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamboja pada Minggu, 18 April 2021, mulai menyusun ribuan tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di beberapa aula, yang biasa digunakan untuk acara pernikahan. Rumah sakit darurat ini untuk mengantisipasi gelombang pasien terinfeksi virus corona di negara itu.

    Kamboja sejauh ini bisa mengendalikan wabah virus corona. Kamboja masuk dalam daftar negara-negara dengan angka infeksi virus corona yang rendah.  

    Kementerian kesehatan Kamboja mengatakan ledakan wabah virus corona terdeteksi pada akhir Februari 2021. Pada Minggu, 18 April 2021 lalu, ada 618 kasus baru infeksi virus corona. Dengan begitu, total angka positif Covid-19 di negara itu 6.389 kasus.

    Dalam dua bulan, ada 43 orang meninggal karena virus tersebut.  

    “Kementerian Kesehatan telah memutuskan untuk menggunakan Premiere Centre Sen Sok sebagai langkah antisipasi untuk merawat pasien virus corona. Gedung ini bisa mengakomodasi lebih dari 1.500 pasien Covid-19,” demikian pemberitaan stasiun televisi Kamboja TVK, Minggu, 18 April 2021.

    Or Vandine, Juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri Kamboja menolak berkomentar mengenai hal ini. Menteri Kesehatan Mam Bunheng juga belum mau berbicara soal rumah sakit darurat tersebut.

    Gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan Mam Bunheng mengunjungi salah satu aula pernikahan Vimean Piphob Thmey Sensok saat aparat kepolisian menyusun tempat tidur- tempat tidur pasien. Wartawan dilarang memasuki area itu.

    Sebelumnya pada awal pekan ini, Pemerintah Kamboja mengubah gedung pernikahan Koh Pich Convention & Exhibition Centre menjadi sebuah rumah sakit darurat dengan sekitar 1.800 tempat tidur untuk pasien.

    Ibu Kota Phnom Penh dan sebuah distrik satelit di sana berstatus lockdown pada Kamis, 15 April 2021 sampai dua pekan ke depan. Kebijakan itu diambil demi menekan wabah virus corona.  

    Di bawah aturan lockdown, sebagian besar warga Phnom Penh diminta untuk tidak meninggalkan tempat tinggal mereka. Mereka hanya boleh keluar rumah untuk bekerja, membeli sembako atau berobat.

    Baca juga: Kota Phnom Penh di Kamboja Berstatus Lockdown 

       

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.