Petani Malaysia Merawat Melon dengan Musik Klasik dan Pijatan Lembut

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lebih dari sepuluh tahun bereksperimen, tiga petani Malaysia mengatakan mereka telah menemukan ramuan nutrisi dan perawatan yang tepat untuk menumbuhkan melon premium Jepang, salah satu buah termahal di dunia.

    Para petani di perusahaan Malaysia Mono Premium Melon secara teratur memijat melon dengan kain lembut atau sarung tangan, sebuah praktik yang disebut "tama-fuki", yang dikatakan dapat meningkatkan cita rasa mereka, dan memainkan musik klasik melalui pengeras suara di rumah kaca, yang diyakini dapat merangsang pertumbuhan, dilansir dari Reuters, 18 April 2021.

    "Setiap melon Jepang yang Anda lihat di pertanian kami hampir seperti karya seni," kata Seh Cheng Siang, direktur dan salah satu pendiri Mono, di perkebunan perusahaan di ibu kota administratif Malaysia, Putrajaya.

    Sejak abad terakhir, petani di Jepang telah menyempurnakan seni membudidayakan melon ini, yang dihargai karena rasanya dan bentuknya yang bulat, dan dijual di toko-toko kelas atas sebagai barang mewah.

    Dalam upaya untuk menyamai kualitas ini, para petani harus bersaing dengan iklim tropis Malaysia yang panas dan lembab, jauh dari kondisi iklim di Jepang.

    "Kami harus memastikan bahwa nutrisi, penyiraman dan pemupukan dilakukan dengan sangat konsisten dan tepat," kata Seh.

    Seh mengatakan mereka mencoba menanam lebih dari 10 varietas melon Jepang, sebelum mereka menemukan yang tepat.

    Setelah membawa bibit melon dari Jepang, para petani Malaysia melakukan perjalanan ke perkebunan Jepang untuk mempelajari metode budidaya yang akan dicoba dan ditiru di Malaysia.

    Mereka juga melakukan trial and error untuk menentukan komposisi optimal nutrisi yang diberikan pada tanaman melon.

    Terlepas dari kendala ini, 200 melon pilihan Mono yang pertama telah terjual habis, terutama lewat penjualan online.

    Melon dijual masing-masing dengan harga 168 ringgit (Rp 600 ribu), sekitar sepertiga dari harga varietas Jepang.

    "Sangat menarik mengetahui bahwa sebagai orang Malaysia, kami sebenarnya dapat menanam melon sebagus Jepang di Malaysia," kata Elaine Chow, seorang pelanggan yang mengikuti acara pertanian di rumah kaca.

    Baca juga: Melon Kaya Nutrisi, Ada 8 Khasiatnya untuk Kesehatan

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H