Jaksa Moskow Minta Grup Alexei Navalny Dijadikan Kelompok Terlarang

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat mendengarkan pengumuman putusan pengadilan di Moskow, Rusia pada 2 Februari 2021. Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman mendesak Rusia segera membebaskan Navalny. Press Service of Simonovsky District Court/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut di Moskow meminta pengadilan untuk mencap kelompok anti-korupsi Alexei Navalny sebagai organisasi terlarang. Jaksa menuntut agar pengadilan melarang mereka melakukan kegiatan.

Langkah tersebut, jika disetujui, akan menandai salah satu langkah paling serius yang diambil oleh adminsitrasi Presiden Vladimir Putin terhadap kelompok Alexei Navalny. Aktivis yang menginisiasi kegiatan kelompok itu dapat dipenjara hingga 10 tahun, orang yang terlibat di dalamnya dapat dipidana, dan rekening mereka dapat diblokir.

Jaksa penuntut negara Moskow mengatakan telah memutuskan untuk mengajukan banding ke pengadilan setelah mempelajari Yayasan Anti-korupsi Navalny dan kelompok kampanye yang ia bangun di berbagai wilayah Rusia.

"Dengan kedok slogan liberal, organisasi-organisasi ini terlibat dalam membentuk kondisi untuk mengguncang stabilitas sosial dan politik Rusia," kata jaksa dalam sebuah pernyataan di situsnya, dikutip dari Reuters, Jumat, 16 April 2021.

"Secara efektif tujuan dari kegiatan mereka adalah untuk menciptakan kondisi untuk mengubah dasar tatanan konstitusional, termasuk dengan menggunakan skenario 'revolusi warna'," kata dia melanjutkan.

Sebagai kritikus Putin yang blak-blakan selama bertahun-tahun, Navalny telah mengorganisir protes jalanan anti-Kremlin secara nasional. Ia juga menggalang pengikut secara daring untuk menyelidiki dugaan korupsi pejabat senior Rusia.

Sebagian besar sekutunya yang paling menonjol berada di luar negeri atau di Rusia sembil menghadapi dakwaan atas pelanggaran yang berkaitan dengan serangkaian demonstrasi nasional. Salah seorang juru kamera organisasi Navalny bahkan baru saja divonis dua tahun penjara dengan tuduhan menghasut ekstrimisme. 

Sebagai catatan, saat ini Navalny berada di penjara karena pelanggaran pembebasan bersyarat yang katanya dibuat-buat. Dia ditangkap pada Februari lalu di perbatasan ketika kembali dari Jerman. Saat itu, ia baru saja usai menjalani pengobatan usai nyaris mati karena racun Novichok.

Baca juga: Tak Diizinkan Baca Al-Qur'an, Pemimpin Oposisi Rusia Protes

ROSSENO AJI | REUTERS






Kepala Keamanan Presiden Uruguay Ditangkap, Bantu Warga Rusia Ilegal

19 menit lalu

Kepala Keamanan Presiden Uruguay Ditangkap, Bantu Warga Rusia Ilegal

Kepolisian Uruguay menangkap kepala keamanan pribadi presiden Luis Lacalle Pou karena membantu warga Rusia masuk secara ilegal


Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

1 jam lalu

Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

Tokyo mengajukan protes keras dan akan melakukan pembalasan karena diplomatnya diusir Rusia karena dianggap mata-mata


Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

2 jam lalu

Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir Konjen Jepang di Vladivostok, Motoki Tatsunori atas tuduhan spionase


Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

3 jam lalu

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

Putin, mantan kepala mata-mata Rusia, mengatakan pada 2017 bahwa Edward Snowden salah karena membocorkan rahasia AS


Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

3 jam lalu

Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

Pemerintah Denmark meminta kapal menghindari radius lima mil laut dari pulau Bornholm setelah terjadi kebocoran gas dari pipa Nord Stream 2 Rusia


Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

3 jam lalu

Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

Mewakili Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB, Menlu Retno menyoroti perlunya kerja sama global di tengah ketegangan geopolitik dan ancaman krisis ekonomi.


Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

4 jam lalu

Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meyakini bahwa Presiden Vladimir Putin bersungguh-sungguh mengenai penggunaan senjata nuklir dalam perang Ukraina untuk membela Rusia.


Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

5 jam lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

6 jam lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

17 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.