Penembakan di FedEx Tambah Kasus Penembakan Massal Amerika Pada 2021

Petugas penegak hukum menyusuri tempat parkir usai terjadinya aksi penembakan di toko King Soopers di Boulder, Colorado, A.S. 22 Maret 2021. Aksi penembakan terjadi lagi di Amerika Serikat. Pada Senin, 22 Maret 2021, seorang laki-laki melepaskan tembakan ke arah sebuah supermarket di Boulder, Colorado, Amerika Serikat. REUTERS/Kevin Mohatt

TEMPO.CO, Jakarta - Penembakan di FedEx menambah jumlah kasus penembakan massal di Amerika selama 2021 ini. Menurut data Gun Violence Archive (GVA), ada 147 kasus penembakan di Amerika sejauh ini.

Dari 147 kasus itu, sebanyak 45 di antaranya terjadi pada satu bulan terakhir. Kasus penembakan di FedEx pada Kamis malam waktu setempat menjadi salah satu yang terparah dengan jumlah korban mencapai delapan orang.

"GVA memandang sebuah insiden sebagai penembakan massal apabila jumlah korban melebihi empat orang, tanpa pelaku, baik mereka terluka ataupun tewas," dikutip dari laporan CNN, Jumat, 16 April 2021.

Di hari yang sama dengan kasus penembakan di FedEx, menurut data CNN, dua kasus serupa terjadi di Pensacola, Florida serta Washington DC. Di Pensacola, sebanyak enam orang terluka akibat kasus penembakan di kawasan apartemen Escambia County. Sementara itu, di Washington DC, empat remaja ditembak dan mengalami luka-luka.

Petugas Polisi Kota Atlanta Davis bekerja di tempat kejadian di luar Gold Spa setelah terjadinya aksi penembakan mematikan di daerah Atlanta, di Atlanta, Georgia, AS 16 Maret 2021. Penembakan ketiga terjadi di Aroma Therapy Spa yang menewaskan satu orang. REUTERS/Chris Aluka Berry

Salah satu kasus penembakan terparah dalam satu bulan terakhir, sebelum penembakan di FedEx, mengambil lokasi sebuah supermarket di Boulder, Colorado. Dalam kasus penembakan massal pada 23 Maret itu, delapan orang tewas, termasuk seorang personil kepolisian setempat.

Kasus dengan dampak serupa terjadi di Atlanta pada 16 Maret. Dalam penembakan yang terjadi di dua panti pijat dan spa itu, delapan orang tewas dan enam di antaranya adalah warga Asia. Kasus itu memunculkan kekhawatiran soal sentimen anti-Asia yang naik sejak pandemi COVID-19.

Banyaknya kasus penembakan massal di Amerika membuat Presiden Joe Biden menyebut kasus-kasus tersebut sebagai epidemi. Ia berjanji segera menyusun legislasi perihal pencegahan dan penindakan kasus penembakan massal.

"Saya juga mendorong Kongres Amerika dan pemilik senjata api untuk mendengarkan keluhan warga Amerika soal isu ini. Segara susun legislasi pencegahan kekerasan bersenjata api yang masuk akal mulai dari pemeriksaan latar belakang hingga larangan kepemilikan senjata perang," ujar Joe Biden usai penembakan di FedEx.

Baca juga: Joe Biden Sebut Pembunuhan di Atlanta Sebagai Kejahatan Anti-Asia

ISTMAN MP | CNN






Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

2 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

2 hari lalu

Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

Insiden penembakan di sebuah sekolah di kota Izhevsk, Rusia menewaskan sedikitnya 17 orang, termasuk 11 anak-anak, dan melukai 24 lainnya.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

3 hari lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Top 3 Dunia: Wartawati CNN Tolak Pakai Hijab sampai Bantuan untuk Ukraina

6 hari lalu

Top 3 Dunia: Wartawati CNN Tolak Pakai Hijab sampai Bantuan untuk Ukraina

Berita Top 3 Dunia tentang jurnalis CNN tolak pakai hijab saat wawancarai Presiden Iran, demo tolak hijab, dan Biden-Truss sepakat bantu Ukraina


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

7 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir di AS? Para Epidemiolog Ingatkan Excess Mortality

8 hari lalu

Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir di AS? Para Epidemiolog Ingatkan Excess Mortality

Jumlah kasus baru AS tertinggi kedua setelah Jepang, tapi angka kematiannya tertinggi dI dunia. Berikut update pandemi Covid-19 di Amerika dan dunia.


Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

9 hari lalu

Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

9 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Taliban Bebaskan Tawanan asal AS, Ditukar dengan Tahanan Narkoba

10 hari lalu

Taliban Bebaskan Tawanan asal AS, Ditukar dengan Tahanan Narkoba

Joe Biden menukar insinyur Mark Frerichs dengan terpidana penyelundup narkoba Taliban Afghanistan yang ditahan oleh Amerika Serikat sejak 2005.