Tanggapi Penembakan di FedEx, Joe Biden Sebut Kekerasan Bersenjata Api Epidemi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden mengutuk kasus penembakan di FedEx, Indianapolis yang menewaskan warga lokal. Menurutnya, kasus tersebut menandakan bahwa kasus kekerasan bersenjata dan kepemilikan senjata api masih menjadi masalah besar di Amerika. Bahkan, menurut Joe Biden, tidak berlebihan menyamakan kasus penembakan massal di Amerika dengan epidemi.

    ""Kekerasan bersenjata api adalah epidemi di Amerika. Kita tidak boleh menerimanya. Kita harus bertindak," ujar Joe Biden, dikutip dari CNN, Jumat, 16 April 2021.

    Joe Biden melanjutkan bahwa tiap harinya ada banyak warga Amerika yang meninggal karena kekerasan bersenjata api. Menurutnya, hal itu mencoreng karakter dan jiwa dari bangsa Amerika. Oleh karenanya, ia akan berupaya merampungkan regulasi soal kepemilikan senjata api sesegera mungkin.

    "Saya juga mendorong Kongres Amerika dan pemilik senjata api untuk mendengarkan keluhan warga Amerika soal isu ini. Segara susun legislasi pencegahan kekerasan bersenjata api yang masuk akal mulai dari pemeriksaan latar belakang hingga larangan kepemilikan senjata perang dan berkapasitas tinggi," ujar Joe Biden menegaskan.

    Kamala Harris mendampingi Joe Biden untum memimpin Amerika Serikat dalam 4 tahun kedepan. Kamala Harris menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjadi wakil presiden AS. REUTERS/Jim Bourg

    Wakil Presiden Kamala Harris mendukung apa yang dikatakan Joe Biden. Ia berkata, kekerasan bersenjata api harus segera berakhir karena sudah terlalu banyak orang meninggal karenanya.

    Menurut data dari Gun Violence Archive, setidaknya sudah terjadi 147 kasus penembakan massal di Amerika sepanjang 2021. Adapun sebanyak 45 di antaranya terjadi dalam sebulan terakhir.

    Secara terpisah, Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menambahkan bahwa Kepala Staf Gedung Putih dan Penasihat Keamanan Nasional telah mengontak pemimpin daerah dan aparat lokal soal situasi di indianapolis. Selain itu, mereka meminta untuk dikabarkan soal perkembangan penyelidikan penembakan di FedEx.

    Diberitakan sebelumnya, warga lokal menembaki warga Amerika yang berada di fasilitas FedEx, Mirabel Road, Indianapolis. Penembakan pada Kamis malam waktu setempat itu menewaskan delapan orang yang identitasnya belum diungkap hingga sekarang. Adapun pelaku dikabarkan membunuh dirinya sendiri usai menembaki warga.

    Investigasi tengah berjalan untuk mengetahui motivasi pelaku penembakan di FedEx. Kepolisian Indianapolis memastikan tidak ada ancaman lanjutan usai situasi di fasilitas FedEx berhasil dikendalikan.

    Baca juga: Penembakan di Fasilitas FedEx Indianapolis, Delapan Orang Dilaporkan Tewas

    ISTMAN MP | CNN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.