Sebut Ayahnya Lebih Baik Dari Raja, Wanita Yordania Dipenjara

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Yordania Abdullah II berpidato di depan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis 15 Januari 2020. [REUTERS / Vincent Kessler]

    Raja Yordania Abdullah II berpidato di depan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis 15 Januari 2020. [REUTERS / Vincent Kessler]

    TEMPO.CO, - Seorang wanita di Yordania divonis penjara satu tahun karena menyebut ayahnya lebih baik daripada Raja Abdullah II. Hal ini memicu kritik keras di media sosial.

    Kasus bermula saat Athar al-Dabbas, 34 tahun, berdebat tentang parkir mobil dengan seorang jurnalis bernama Amal Hussein. Dalam perdebatan itu Hussein mengatakan jika tidak ada seorang pun yang lebih baik dari Raja Abdullah II, termasuk ayahnya al-Dabbas.

    Dabbas, yang ayahnya sudah meninggal, marah dengan komentar tersebut. "Siapa yang berbicara tentang raja? Bagiku, ayahku lebih baik dari raja dan seluruh dunia," ucap dia seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis, 15 April 2021.

    Hussein lalu mengadukan ucapan al-Dabbas ke pihak berwajib. Pengadilan Amman Utara menilai komentar semacam itu dianggap "memperpanjang lidah" pada raja negara, istilah Arab yang berarti menggunakan bahasa yang tidak pantas terhadap pemimpin.

    Frasa "ayah saya lebih baik daripada raja" pun menjadi tagar populer di Yordania pada Selasa kemarin. Netizen Yordania marah atas keputusan pengadilan dan menyoroti masalah kebebasan berbicara di negara tersebut.

    Hukuman Dabbas berasal dari pasal 195 KUHP Yordania, yang mengkriminalisasi tindakan menghina raja, sebuah pelanggaran yang dapat dihukum penjara satu sampai tiga tahun. 

    Baca juga: Raja Yordania Buka Suara Soal Isu Kudeta Adik Tirinya

    Sumber: MIDDLE EAST EYE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.