Militer Myanmar Tembaki Tenaga Medis, Satu Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kesehatan memberikan salam tiga jari dan mengenakan pita merah sebagai bentuk protes terkait kudeta militer, di Rumah Sakit Umum Yangon, Myanmar, 3 Februari 2021. Salam tersebut menirukan salam salam tiga jari yang digunakan oleh aktivis demokrasi di Thailand. REUTERS/Stringer

    Sejumlah tenaga kesehatan memberikan salam tiga jari dan mengenakan pita merah sebagai bentuk protes terkait kudeta militer, di Rumah Sakit Umum Yangon, Myanmar, 3 Februari 2021. Salam tersebut menirukan salam salam tiga jari yang digunakan oleh aktivis demokrasi di Thailand. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, - Pasukan keamanan Myanmar dilaporkan melepaskan tembakan ke arah tenaga medis yang melakukan protes kudeta militer di kota Mandalay sore ini. Satu orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka, menurut laporan media lokal.

    Para tenaga medis ini berada di garis terdepan dalam unjuk rasa menentang kudeta. Saat mereka sedang berkumpul di Mandalay, pasukan keamanan datang untuk membubarkan mereka. "Melepaskan tembakan dan menahan beberapa orang," kata BBC Burma seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 15 April 2021.

    BBC dan outlet berita lainnya tidak memiliki rincian korban atau penangkapan dalam protes itu, tetapi media Khit Thit mengatakan seorang pria ditembak dan dibunuh di kompleks masjid terdekat ketika pasukan keamanan membubarkan protes tenaga medis ini.

    Seorang juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

    Seorang penduduk lingkungan tempat masjid itu berada mengatakan tentara telah tiba di sana dan mulai menembak, melukai satu orang yang kemudian dibawa ke rumah sakit.

    “Tidak ada protes di sini. Tentara baru saja datang dan sepertinya sedang mencari seseorang," kata warga Myanmar yang menolak disebutkan namanya itu melalui telepon. Layanan BBC Burma melaporkan empat orang terluka di lingkungan itu.

    Sejak kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, gelombang unjuk rasa terus terjadi. Warga Myanmar juga berdemonstrasi melawan militer pada pekan Tahun Baru tradisional dengan pawai dan unjuk rasa perlawanan lainnya.

    Liburan Tahun Baru lima hari, yang dikenal sebagai Thingyan, dimulai pada hari Selasa tetapi aktivis pro-demokrasi membatalkan perayaan yang biasa untuk fokus pada penentangan mereka terhadap para jenderal Myanmar..

    Kudeta telah menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun melangkah menuju demokrasi. Protes harian, pemogokan oleh pekerja di banyak sektor membuat ekonomi terhenti.

    Baca juga: Korban Jiwa Terus Bertambah, Demonstran Myanmar Warnai Jalanan Merah Darah

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.