Kapal Ever Given Layak Berlayar dari Terusan Suez Setelah Gugatan Selesai

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Ever Given terlihat setelah berlayar lagi melalui Terusan Suez, di Ismailia, Mesir 6 April 2021. [REUTERS / Mohamed Abd El Ghany]

    Kapal Ever Given terlihat setelah berlayar lagi melalui Terusan Suez, di Ismailia, Mesir 6 April 2021. [REUTERS / Mohamed Abd El Ghany]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal Ever Given, kapal kargo yang memblokir pengiriman global di Terusan Suez setelah terjebak selama enam hari, dinyatakan layak untuk berlayar setelah persetujuan diberikan, kata manajer teknisnya pada Rabu.

    Kapal Ever Given dinyatakan layak untuk perjalanan selanjutnya dari Great Bitter Lake ke Port Said, di mana dia akan diperiksa lagi sebelum berangkat ke Rotterdam, kata Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM), dilaporkan Reuters, 15 April 2021.

    Namun perusahaan operator Kapal Ever Given saat ini menghadapi gugatan hukum di Mesir.

    Otoritas Terusan Suez (SCA) mengatakan pada Rabu negosiasi untuk mencapai kesepakatan kemungkinan membutuhkan waktu.

    SCA telah mengajukan klaim kompensasi US$ 916 juta (Rp 13,4 triliun) terhadap pemilik kapal asal Jepang Shoei Kisen, kata UK Club, salah satu perusahaan asuransi kapal.

    SCA juga telah memperoleh perintah pengadilan untuk menahan kapal ketika diskusi tentang kompensasi terus berlanjut.

    "Keputusan SCA untuk menahan kapal sangat mengecewakan. Sejak awal, BSM dan kru di dalamnya telah bekerja sama sepenuhnya dengan semua otoritas," kata Ketua Pelaksana BSM Ian Beveridge.

    "Tujuan utama BSM adalah penyelesaian cepat untuk masalah ini yang akan memungkinkan kapal dan awak kapal meninggalkan Terusan Suez."

    Ship Ever Given, salah satu kapal kontainer terbesar di dunia setelah berhasil di evakuasi di Terusan Suez, Mesir 29 Maret 2021. REUTERS/Hayam Adel

    Kapal Ever Given saat ini berada di danau di antara dua bagian kanal, sejak dievakuasi pada 29 Maret lalu. Kapal sepanjang 400 meter itu terjebak di kanal selama enam hari, menghalangi lalu lintas pelayaran global.

    Evergreen Line Taiwan, yang merupakan penyewa Kapal Ever Given, mengatakan secara terpisah pada Rabu bahwa pihaknya sedang menyelidiki perintah pengadilan Mesir, dan mempelajari kemungkinan kapal dan kargo di atas kapal diperlakukan secara terpisah.

    Luster Maritime Panama dan Higaki Sangyo Kaisha dari Jepang, pemilik terdaftar kapal, telah memulai proses hukum di Pengadilan Tinggi London untuk membuka dana jaminan kerusakan, yang menurut pengacara akan digunakan untuk membayar klaim sekitar US$ 115 juta (Rp 1,68 triliun).

    Shoei Kisen Jepang adalah pemilik Kapal Ever Given.

    Dua sumber Otoritas Terusan Suez mengatakan kepada Reuters bahwa pemilik Kapal Ever Given telah menawarkan US$ 100 juta (Rp 1,5 triliun) sebagai tanggapan atas klaim Terusan Suez, tetapi Shoei Kisen menolak berkomentar.

    Baca juga: Mesir Pertimbangkan Perluas Terusan Suez

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.