Afghanistan Apresiasi Keputusan Joe Biden Tarik Tentara Amerika 1 Mei

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afganistan, Ashraf Ghani. Reuters

    Presiden Afganistan, Ashraf Ghani. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Presiden Joe Biden mulai menarik tentara Amerika dari Afghanistan pada 1 Mei direspon positif oleh pemerintah setempat. Dikutip dari kantor berita Reuters, pemerintah Afghanistan berjanji akan membantu Amerika untuk memastikan penarikan berjalan lancar.

    "Saya telah berbicara dengan Joe Biden dan kami akan bekerjasama dengan Amerika untuk memastikan transisi berjalan lancar," ujar Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Rabu, 14 April 2021.

    Diberitakan sebelumnya, Joe Biden akhirnya mengakhiri War on Terror di Afghanistan yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Pengakhiran itu ditandai dengan penarikan 2500 tentara Amerika dari Afghanistan secara bertahap per 1 Mei 2021. Target Joe Biden, penarikan usai sebelum 11 September 2021.

    War on Terror sendiri, sebagaimana diketahui, dipicu oleh serangan teroris ke gedung kembar World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001. Peristiwa yang melibatkan kelompok teroris Al Qaeda itu menewaskan 2000 lebih orang yang kemudian membuat Amerika menyerbu Afghanistan pada Oktober 2001. Sejak itu, perang terus berlanjut hingga 4 presiden Amerika yang berbeda.

    Sinyal perang akan segera diakhiri sebenarnya muncul pada 2011 lalu. Di tahun itu, Amerika berhasil membunuh pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Namun, keberadaan kelompok pemberontak Taliban di Afghanistan membuat penarikan pasukan tidak semudah harapan karena stabilitas regional tetap perlu dijaga.

    Pasukan keamanan Afghanistan membawa militan Taliban yang berhasil ditangkap saat presentasi di depan media di Jalalabad, Afghanistan 14 Maret 2021. REUTERS/Parwiz

    Ghani melanjutkan, teknis soal penarikan pasukan akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan multi lateral di Istanbul pada 24 April nanti. Dalam pertemuan itu, PBB dan Qatar akan ikut terlibat.

    Salah satu pejabat Pemerintah Afghanistan yang berurusan dengan negosiasi perdamaian dengan Taliban, Abdullah Abdullah, menyatakan pihaknya masih ada PR yang harus dikerjakan. Salah satunya adalah memastikan Afghanistan dan Taliban dapat hidup berdampingan tanpa memicu konflik bersenjata.

    "Nah, karena sekarang sudah ada kepastian soal penarikan pasukan, maka kita harus mencari cara untuk bisa hidup berdampingan. Tidak akan ada yang menang dalam konflik dan kami harap Taliban menyadarinya," ujar Abdullah Abdullah.

    Taliban menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan Joe Biden. Mereka berharap penarikan berlangsung sesuai janji mantan Presiden Amerika Donald Trump, rampung 1 Mei. Sebab, kata mereka, negosiasi berlangsung di bawah kesepakatan damai yang dimediasi administrasi Trump.

    "Jika perjanjian diikuti, segala masalah pasti akan tuntas. Namun, jika tidak, ya masalah akan bertambah," ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menanggapi rencana penarikan tentara Amerika dari Afghanistan.

    Baca juga: Joe Biden Tarik Tentara Amerika dari Afghanistan Per 1 Mei

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H