Polisi Penembak Daunte Wright Dijerat Pasal Pembunuhan Tanpa Niat Jahat

Daunte Wright.[CNN]

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi pembunuh warga kulit hitam Daunte Wright, Kim Potter, resmi menjadi tersangka. Dikutip dari CNN, ia dijerat dengan pasal Pembunuhan Tanpa Niat Jahat (Manslaughter) tingkat dua akibat menembak Daunte Wright pada Ahad pekan lalu.

Manslaughter Tingkat Dua adalah pembunuhan di mana pelaku dengan sadar memicu situasi yang bisa mengancam nyawa korbannya namun tidak merencanakannya. Pasal tersebut sama dengan pasal yang diterima oleh pembunuh George Floyd, Derek Chauvin. Dalam kasus Derek Chauvin, ia menindih leher Floyd hingga ia tewas kehabisan nafas.

"Mereka yang dijerat dengan pasal tersebut terancam dihukum penjara maksimal 10 tahun dengan denda maksimal US$20 ribu (Rp292 juta)," sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu, 14 April 2021.

Sebelumnya, mantan Kepala Kepolisian Brooklyn Center di mana Potter bertugas, Tim Gannon, mengatakan insiden Daunte Wright tidak disengaja. Berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan satuannya, termasuk rekaman kamera, Potter sejatinya berniat menembakkan pistol kejut ke Wright namun salah mengambil senjata.

Insiden itu sendiri bermula saat Potter mencoba menahan Daunte Wright dalam patroli rutinnya. Wright, karena merasa tidak bersalah, melawan upaya penahanan tersebut. Mendapati Wright tidak kooperatif, Potter mencoba melumpuhkannya namun malah berakhir membunuhnya.

Atas tindakannya, Potter telah mengundurkan diri dari satuannya pada hari Selasa kemarin bersama Tim Gannon. Di saat bersamaan, investigasi berlanjut yang berujung pada keputusan untuk menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan.

Meski Potter telah mengundurkan diri dan dijadikan tersangka, apa yang ia lakukan tidak meredakan kemarahan komunitas kulit hitam. Insiden Wright kembali mengingatkan mereka bahwa brutalitas kepolisian Amerika masih nyata. Apalagi, kasus Wright adalah kasus pembunuhan warga kulit hitam ketiga di Minneapolis dalam lima tahun terakhir.

Per berita ini ditulis, sudah tiga hari unjuk rasa atas kasus Daunte Wright berlangsung di Brooklyn Center, Minneapolis. Jam malam diterapkan untuk menertibkan warga, namun gagal. Unjuk rasa, yang awalnya damai, berujung pada kerusuhan antara demonstran dan polisi huru-hara.

Baca juga: Kepala Polisi dan Petugas yang Menembak Mati Daunte Wright Mundur

ISTMAN MP | CNN






Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

2 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

2 hari lalu

Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

Insiden penembakan di sebuah sekolah di kota Izhevsk, Rusia menewaskan sedikitnya 17 orang, termasuk 11 anak-anak, dan melukai 24 lainnya.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

3 hari lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

7 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

12 hari lalu

50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

Hubungan Indonesia-Korea Selatan diprediksi kian erat di tengah ketegangan di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan Cina.


Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

14 hari lalu

Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

Presiden Biden meminta orang Amerika lantang menentang rasisme dan ekstremisme, berharap Kongres hentikan medsos sebar kebencian


Mengenang Rapper Tupac Shakur, Ditembak Mati Saat Usianya 25 Tahun

16 hari lalu

Mengenang Rapper Tupac Shakur, Ditembak Mati Saat Usianya 25 Tahun

Karya musik Tupac Shakur telah didengar banyak kalangan. Sayang, pada 7 September 1996 ia ditembak orang tak dikenal, 6 hari kemudian ia tewas.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

16 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

17 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

Topik tentang video menunjukkan Ukraina memasang rudal Amerika ke jet-jet tempur Mig mereka menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.