Amerika Serikat Bakal Jual Senjata ke Uni Emirat Arab Rp336 T

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Democratic 2020 U.S. presidential nominee Joe Biden speaks at his election rally, after the news media announced that Biden has won the 2020 U.S. presidential election over President Donald Trump, in Wilmington, Delaware, U.S., November 7, 2020. U.S. President-elect Joe Biden on Monday will announce a 12-member task force to deal with the coronavirus pandemic, kicking off a busy week in which he will move forward with the presidential transition on a number of fronts. Lisa Bernhard produced this report. REUTERS/Jim Bourg

    Democratic 2020 U.S. presidential nominee Joe Biden speaks at his election rally, after the news media announced that Biden has won the 2020 U.S. presidential election over President Donald Trump, in Wilmington, Delaware, U.S., November 7, 2020. U.S. President-elect Joe Biden on Monday will announce a 12-member task force to deal with the coronavirus pandemic, kicking off a busy week in which he will move forward with the presidential transition on a number of fronts. Lisa Bernhard produced this report. REUTERS/Jim Bourg

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joe Biden meminta Kongres Amerika Serikat agar memproses penjualan senjata senilai lebih dari USD.23 miliar (Rp.336 triliun) ke Uni Emirat Arab. Diantara penjualan itu adalah jet tempur F-35, drone bersenjata dan peralatan lainnya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan Washington akan menyorongkan proposal penjualan senjata ke Uni Emirat Arab, kendati saat yang sama Amerika akan terus mengevaluasi detail dari kontrak penjualan tersebut dan berkonsultasi dengan pejabat di Uni Emirat Arab mengenai penggunaan senjata.

    Keputusan soal penjualan senjata ke Uni Emirat Arab itu adalah sebuah perubahan. Sebelumnya, Biden menghentikan sementara kesepakatan-kesepakatan penjualan senjata yang dibuat oleh mantan Presiden Donald Trump karena akan dilakukan evaluasi terhadap kesepakatan itu.

    Pesawat Lockheed Martin F-35 terlihat di ILA Air Show di Berlin, Jerman, 25 April 2018. Amerika Serikat telah menjual jet tempur F-35 kepada sekutu, termasuk Turki, Korea Selatan, Jepang, dan Israel, tetapi penjualan F-35 ke negara Teluk Arab memerlukan tinjauan lebih dalam karena kebijakan AS agar Israel mempertahankan keunggulan militer di Timur Tengah. REUTERS / Axel Schmidt

    Sebelumnya pada November 2020, Trump mengatakan kalau anggota Kongres Amerika Serikat sudah setuju untuk menjual senjata ke Uni Emirat Arab. Amerika Serikat adalah makelar perdamaian antara Uni Emirat Arab dengan Israel pada September 2020. Lewat perdamaian ini, maka kedua negara sepakat untuk melakukan normalisasi hubungan.

    Paket penjualan senjata total senilai USD.23 miliar ke Uni Emirat Arab ini, terdiri dari produk-produk buatan General Atomics, Lockheed Martin Corp dan Raytheon Technologies Corp. Dalam penjualan ini masuk pula jet tempur F-35 lighting II sampai MQ-9B, sistem udara tanpa awak serta sepaket amunisi udara-ke-udara dan udara-ke-air.

    Untuk bisa memuluskan penjualan senjata ini dibutuhkan pengesahan dari anggota parlemen Amerika Serikat. Beberapa anggota parlemen mengkritisi adanya keterlibatan Uni Emirat Arab dalam perang Yaman, yang sekarang telah menjadi bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

    Mereka yang mengkritisi itu, waswas senjata – senjata tersebut bisa mencederai jaminan dari Amerika Serikat bahwa Israel akan mempertahankan keunggulan militernya di kawasan. Akan tetapi, Negara Bintang Daud itu tidak keberatan dengan penjualan senjata ke Uni Emirat Arab tersebut.

    Baca juga: Polisi Temukan Senjata Lain Eks CEO Restock.id Si Koboi Duren Sawit

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.