Anulir Kebijakan Trump, Joe Biden Tambah Personil Militer Amerika di Jerman

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengangkat tangannya saat dilantik oleh Wakil Presiden AS Kamala Harris di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. REUTERS/Kevin Lamarque

TEMPO.CO, Jakarta - Administrasi Presiden Amerika Joe Biden kembali mengubah kebijakan yang diambil pendahulunya, Donald Trump. Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Amerika memutuskan untuk menempatkan 500 personil militernya di Jerman untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Apa yang terjadi di masa Trump adalah sebaliknya.

Keputusan untuk menganulir kebijakan Trump tersebut ditandai dengan kedatangan Menteri Pertahanan Amerika, Lloyd Austin, ke Berlin, Jerman. Di sana, ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer untuk mengesahkan penempatan personil.

"Saya telah memberi tahu Menteri Pertahanan Jerman niatan kami untuk secara permanen menempatkan 500 personil militer Amerika di Wiesbaden per musim gugur (September) tahun ini," ujar Austin, Selasa, 13 April 2021.

Kramp-Karrenbauer memuji langkah yang diambil Amerika. Menurutnya, hal itu menjadi sinyal bahwa hubungan Amerika - Jerman akan kian baik di bawah administrasi yang baru.

Di tahun 2020, Donald Trump menyatakan bakal menarik pasukan Amerika dari Jerman dengan dalih ketidakadilan. Menurut Donald Trump saat itu, belanja pertahanan Jerman untuk blok militer NATO tidak sepadan dengan uang yang dikeluarkan Amerika. Ia kemudian menuding Jerman mencoba memanfaatkan Amerika.

Donald Trump. REUTERS/Jim Bourg

Pada tahun 2014, negara-negara aliansi NATO sepakat untuk meningkatkan belanja pertahanan menjadi 2 persen dari total Produk Domestik Bruto pada tahun 2024. Jerman saat ini masih jauh dari target itu, yakni berkisar di 1,3 persen. Walau begitu, Jerman beranggapan target itu bersifat kondisional dan PDB hanya salah satu faktor saja.

Rencana Trump, jumlah pasukan yang akan ditarik adalah 12 ribu personil dari total 34.500 yang bertugas. Keputusan itu tak ayal menimbulkan reaksi keras baik dari pihak Jerman maupun Kongres Amerika. Menurut kedua pihak, Donald Trump bersikap gegabah karena keberadaan tentara Amerika di Jerman adalah tulang punggung kehadiran Negeri Paman Sam di Eropa dan kekuatan NATO.

Ketika Joe Biden naik menjadi Presiden Amerika yang baru pada Januari lalu, Ia sudah menyatakan bakal membatalkan kebijakan Donald Trump. Sekarang, dengan penambahan 500 orang, maka ada 35 ribu personil militer di Jerman lengkap dengan fasilitas pendukungnya mulai dari pangkalan militer, rumah sakit militer, serta unit tempur.

"Jerman akan terus menjadi rekan keamanan dan ekonomi dari Amerika. Saya bisa pastikan rencana penarikan pasukan batal," ujar Austin.

Di luar isu penarikan pasukan, pertemuan Amerika dan Jerman juga menjadi pemanasan administrasi Joe Biden untuk pertemuan NATO di Brussels pekan ini. Pertemuan itu bakal membahas isu penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan serta isu Ukraina-Rusia yang tengah panas.

Baca juga: Jerman: Penarikan Pasukan AS Mengkhawatirkan untuk Aliansi NATO

ISTMAN MP | AL JAZEERA






Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

15 jam lalu

Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

Peringatan Hari Hewan Sedunia tahunan ini untuk merayakan hak dan kesejahteraan hewan di seluruh dunia.


Donald Trump Menggugat CNN

19 jam lalu

Donald Trump Menggugat CNN

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi melayangkan tuntutan melawan CNN dengan tuduhan pencemaran nama baik


Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

19 jam lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Polandia Resmi Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Perang Dunia II Rp19 Ribu Triliun terhadap Jerman

22 jam lalu

Polandia Resmi Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Perang Dunia II Rp19 Ribu Triliun terhadap Jerman

Kemlu Polandia juga mengatakan masalah ganti rugi ini akan dibahas dalam kunjungan Menlu Jerman Annalena Baerbock ke Warsawa hari ini


Sejarah Dunia Hari Ini di 1990: Bersatunya Lagi Jerman Timur dan Jerman Barat

1 hari lalu

Sejarah Dunia Hari Ini di 1990: Bersatunya Lagi Jerman Timur dan Jerman Barat

Beberapa generasi orang Jerman mengalami trauma dan mengingat kehidupan Jerman Timur dikelola oleh Uni Soviet dan Jerman Barat oleh Sekutu.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Fakta-Fakta Unik Trumpapilar, Si Ulat Bulu yang Berbahaya Mirip Donal Trump

1 hari lalu

Fakta-Fakta Unik Trumpapilar, Si Ulat Bulu yang Berbahaya Mirip Donal Trump

Ulat trumpapilar adalah salah satu spesies ulat bulu yang berasal dri benua Amerika. Mengapa disebut mirip Donald Trump?


Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

2 hari lalu

Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

Perkiraan terburuknya, kebocoran mencapai 778 juta meter kubik gas yang menyembur dari kedua pipa Nord Stream.


Jerman Ingin Kirim Sistem Pertahanan Udara IRIS-T ke Ukraina

2 hari lalu

Jerman Ingin Kirim Sistem Pertahanan Udara IRIS-T ke Ukraina

Menteri Pertahanan Jerman mengutarakan rencana pihaknya yang akan mengirimkan satu dari empat sistem pertahanan udara IRIS-T ke Ukraina.


Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

3 hari lalu

Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit.