Cina Kirim 25 Pesawat Tempur ke Zona Pertahanan Taiwan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jet tempur J-10 Cina (kiri) vs F-2 Jepang. Kredit: Skyships Eng/Airplanemadness

    Jet tempur J-10 Cina (kiri) vs F-2 Jepang. Kredit: Skyships Eng/Airplanemadness

    TEMPO.CO, - Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Cina mengirim 25 pesawat tempur ke zona pertahanan udara mereka pada Senin kemarin. Ini merupakan pelanggaran terbesar sejak Taiwan mulai secara teratur melaporkan kehadiran pesawat Cina di wilayahnya.

    Pengiriman pesawat tempur terjadi sehari setelah menteri luar negeri Amerika Serikat memperingatkan Cina bahwa negaranya berkomitmen untuk mempertahankan pemerintahan Taiwan yang berdiri sendiri.

    "Ada 25 pesawat yang dikirim oleh pasukan Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) termasuk 14 jet tempur J-16, empat jet tempur J-10, empat pembom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam dan pesawat peringatan dini dan kontrol udara," kata Kementerian Pertahanan Taiwan dikutip dari CNN, Selasa, 13 April 2021.

    Taiwan menanggapi dengan memperingatkan sistem pertahanan rudal dan mengeluarkan peringatan radio kepada pesawat-pesawat Cina bahwa mereka telah memasuki sudut barat daya dari zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ).

    Grafik yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan menunjukkan jalur penerbangan untuk pesawat Cina yang datang dari dan kembali ke daratan Cina, membuat belokan 180 derajat antara pulau utama Taiwan dan Pulau Pratas, tenggara Hong Kong.

    Administrasi Penerbangan Federal AS mendefinisikan ADIZ sebagai wilayah wilayah udara yang ditentukan di atas tanah atau perairan di mana suatu negara memerlukan identifikasi dari pesawat terbang demi kepentingan keamanan nasional negara itu.

    Pesawat-pesawat Cina dilaporkan telah melakukan serangan hampir setiap hari ke ADIZ Taiwan dalam beberapa pekan terakhir, karena ketegangan memanas antara Beijing dan pendukung utama Taipei, Amerika Serikat.

    Seperti diketahui, Cina mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, meskipun pulau yang berpenduduk hampir 24 juta orang itu telah diperintah secara terpisah selama lebih dari tujuh dekade.

    Presiden Cina Xi Jinping telah berjanji bahwa negaranya tidak akan pernah membiarkan Taiwan merdeka secara resmi dan menolak mengesampingkan penggunaan kekuatan, jika perlu, untuk menyatukan pulau itu dengan Cina daratan.

    Baca juga: Taiwan Akan Bertempur Sampai Titik Darah Penghabisan Jika Diserang Cina

    Sumber: CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.