Cina Ingin Coba Campur Vaksin Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses produksi vaksin COVID-19  dalam Institut Produk Biologi Beijing dari China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm, selama kunjungan di Beijing, Cina 26 Februari 2021. REUTERS/Tingshu Wang

    Proses produksi vaksin COVID-19 dalam Institut Produk Biologi Beijing dari China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm, selama kunjungan di Beijing, Cina 26 Februari 2021. REUTERS/Tingshu Wang

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Cina mengumumkan Pemerintah secara resmi sedang mempertimbangkan untuk mencampur vaksin virus corona. Hal ini sebagai salah satu cara untuk mendorong efisiensi vaksin virus corona.

    “Vaksin yang ada saat ini tidak memiliki angka rata-rata perlindungan yang tinggi. Imunisasi massal menggunakan teknik vaksin-vaksin yang berbeda sedang dipertimbangkan,” kata Gao Fu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Cina, Sabtu, 10 April 2021.   

    Sejumlah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd yang dipamerkan dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, Cina, 5 September 2020. Vaksin ini merupakan kandidat vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan Sinovac Biotech dan Sinopharm. REUTERS/Tingshu Wang

    Sejumlah data memperlihatkan, vaksin virus corona buatan Cina masih tertinggal dibanding vaksin merek Pfizer dan Moderna dalam hal efisiensi. Namun vaksin buatan Cina tidak membutuhkan kontrol suhu yang terlalu ketat selama penyimpanan.   

    Menurut Gao, pihaknya sedang mengambil sejumlah langkah optimisme termasuk mengubah jumlah dosis dan masa jeda antar dosis suntikan pertama ke suntikan kedua, yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi masalah efisiensi.        

    Secara domestik, Cina telah mengembangkan empat vaksin virus corona yang disetujui penggunaannya untuk umum. Pada Sabtu, 10 April 2021, sumber di Cina mengatakan negara itu kemungkinan akan memproduksi lagi sekitar tiga miliar dosis vaksin virus corona sampai akhir tahun ini.    

    Salah satu vaksin virus corona dari Cina, Sinovac memiliki efisiensi sedikit di atas 50 persen. Hal itu dibuktikan dalam sejumlah uji klinik di Brazil. Sedangkan studi terpisah di Turki memperlihatkan, vaksin itu memiliki efektifitas 83,5 persen.

    Sedangkan untuk vaksin virus corona merek Sinopharm dari Cina, sejauh ini belum ada data yang dipublikasi terkait efisiensinya dalam menangkal Covid-19.

    Dua dari total empat vaksin virus corona lainnya yang dikembangkan oleh unit-unit di Cina, berdasarkan data internal memiliki efisiensi mencegah penuluran Covid-19 sampai 79,4 persen dan 72,5 persen.

    Cina telah mengirimkan jutaan vaksin virus corona ke luar negeri. Pejabat di Cina dan media milik Beijing menyangkal keras berbagai tuduhan yang menyerang vaksin buatan Cina. Namun saat yang sama, mereka mempertanyakan keamanan serta kemampuan logistik vaksin-vaksin lain.

    Baca juga: Lansia Usia 104 Tahun di Kolombia, 2 Kali Selamat dari Virus Corona

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H