Diplomat UE Tuduh Rusia dan Cina Halangi Respons Internasional untuk Myanmar

Pemimpin kudeta militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyapa Wakil Menteri Pertahanan Rusia Kolonel Jenderal Alexander Vasilyevich Fomin dan anggota delegasi selama resepsi Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw pada Sabtu, 27 Maret 2021.[Situs website Min Aung Hlaing]

TEMPO.CO, Jakarta - Diplomat Uni Eropa pada Ahad mengatakan Rusia dan Cina sengaja menghambat tindakan internasional bersama untuk menolak kudeta militer Myanmar.

"Tidak mengherankan jika Rusia dan Cina memblokir upaya Dewan Keamanan PBB, misalnya untuk memberlakukan embargo senjata," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam pernyataan blog, dikutip dari Reuters, 11 April 2021.

"Persaingan geopolitik di Myanmar akan membuat sangat sulit untuk menemukan titik temu," kata Borrell, yang berbicara atas nama 27 negara anggota UE. "Tapi kita punya kewajiban untuk mencoba."

"Dunia menyaksikan dengan ngeri, karena tentara menggunakan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri," kata Borrell.

Cina dan Rusia sama-sama memiliki hubungan dengan angkatan bersenjata Myanmar, sebagai pemasok senjata terbesar pertama dan kedua ke negara tersebut.

Dewan Keamanan PBB pekan lalu menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi dan lainnya yang ditahan oleh militer tetapi tidak mengutuk kudeta tersebut.

UE sedang menyiapkan sanksi baru bagi individu dan perusahaan milik militer Myanmar. Uni Eropa pada Maret menyetujui serangkaian sanksi pertama terhadap 11 orang yang terkait dengan kudeta, termasuk panglima militer.

Sementara pengaruh ekonomi UE di negara itu relatif kecil, Borrell mengatakan UE dapat menawarkan untuk meningkatkan hubungan ekonominya dengan Myanmar jika demokrasi dipulihkan.

Pemulihan bisa mencakup lebih banyak perdagangan dan investasi dalam pembangunan berkelanjutan, katanya.

Petugas keamanan junta berjalan di jalan selama tindakan keras di Bago, Myanmar 9 April 2021 dalam gambar diam yang diperoleh Reuters dari sebuah video.[REUTERS]

Investasi langsung asing UE di Myanmar berjumlah US$ 700 juta (Rp 10 triliun) pada 2019, dibandingkan dengan US$ 19 miliar (Rp 277 triliun) dari Cina.

Junta militer mengatakan melakukan kudeta karena pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi dicurangi. Tetapi komisi pemilihan membantah ada kecurangan.

Pada Jumat apara keamanan junta Myanmar menembaki warga sipil dengan peluru granat, menewaskan 82 orang di kota Bago, dekat Yangon. Pembunuhan di Bago disebut kelompok aktivis Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) sebagai "ladang pembantaian".

Di Myanmar, kelompok protes menyerukan boikot Festival Air Thingyan minggu ini, salah satu perayaan terpenting Myanmar tahun ini, karena pembunuhan tersebut.

"Dengan semakin dekatnya Thingyan, kami berduka atas hilangnya nyawa yang dibunuh tanpa akal sehat di Bago & di seluruh negara di mana pasukan rezim dilaporkan telah menggunakan senjata perang melawan warga sipil," kata Kedutaan Besar AS di Yangon via Twitter.

"Rezim memiliki kemampuan untuk menyelesaikan krisis & harus memulai dengan mengakhiri kekerasan & serangan," kata Kedubes AS.

Pasukan keamanan Myanmar telah menewaskan lebih dari 700 pengunjuk rasa, termasuk 46 anak-anak, sejak junta militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta militer 1 Februari, menurut penghitungan oleh Assistance Association for Political Prisoners (AAPP).

Baca juga: Militer Myanmar Menolak Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Anak-anak

REUTERS






AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

47 menit lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

1 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

4 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

5 jam lalu

Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

Apple melanjutkan kebijakannya atas Rusia pascaperang yang terjadi di Ukraina.


Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

9 jam lalu

Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

Meta melaporkan lebih dari 60 situs web yang meniru organisasi berita Eropa, diperkuat oleh jaringan akun media sosial yang juga palsu.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

18 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

18 jam lalu

Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

Uni Eropa memberikan peringatan keras jika salah satu infrastruktur energi aktif blok itu diserang.


Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

19 jam lalu

Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

Perintah Putin agar petani mengikuti wajib militer ini meningkatkan risiko untuk panen Rusia pada 2023.


Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

20 jam lalu

Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

Zelensky menelepon Stoltenberg setelah pemungutan suara yang dilangsungkan di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.


Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

20 jam lalu

Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

Bulgaria, Polandia, dan Estonia mengeluarkan seruan kepada warganya untuk segera tinggalkan Rusia