Cina Incar Produksi 3 Miliar Dosis Vaksin COVID-19 Per Akhir 2021

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang biksu Buddha menerima Vaksin Sinovac yang pertama di sebuah kuil di Bangkok, Thailand, 2 April 2021. REUTERS/Chalinee Thirasupa

    Seorang biksu Buddha menerima Vaksin Sinovac yang pertama di sebuah kuil di Bangkok, Thailand, 2 April 2021. REUTERS/Chalinee Thirasupa

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina terus menggenjot kapasitas produksi vaksin COVID-19nya. Dikutip dari Channel News Asia, Dewan Kesehatan Nasional Cina menargetkan 3 miliar dosis vaksin COVID-19 selesai diproduksi dan didistribusikan per akhir 2021.

    "Mulai semester 2 tahun ini, kami akan bisa memeuhi kebutuhan kami sendiri," ujar koordinator pengembangan vaksin COVID-19 di Dewan Kesehatan Nasional, Zheng Zhongwei, Sabtu, 10 April 2021.

    Sejak Februari lalu, kapasitas dan laju produksi vaksin COVID-19 di Cina memang meningkat. Dari yang sebelumnya hanya bisa memproduksi di kisaran 1,5 juta dosis per hari, kapasitas produksi meningkat menjadi 5 juta dosis per hari hingga akhir Maret kemarin.

    Target cina soal 3 miliar dosis itu sendiri didukung oleh beberapa produsen vaksin negeri tirai bambu itu. Salah satunya adalah Sinovac yang produknya dipakai di Indonesia.

    Sinovac menyampaikan, mereka telah meningkatkan kapasitas produksi tahunannya dari 1 miliar dosis menjadi 2 miliar dosis per tahun. Hal itu, kata pihak Sinovac, didukung oleh rampungnya pembangunan fasilitas produksi vaksin mereka yang ketiga.

    Proses produksi vaksin COVID-19 dalam Institut Produk Biologi Beijing dari China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm, selama kunjungan di Beijing, Cina 26 Februari 2021. REUTERS/Tingshu Wang

    Hal senada disampaikan oleh Sinopharm. Meski masih berupa estimasi, mereka menyakini kapasitas produksi tahunan bisa ditingkatkan hingga 1,1 miliar dosis per tahun. Pada Jumat kemarin, Sinopharm pun mengklaim sudah bisa mendistribusikan 100 juta dosis vaksin COVID-19 per bulan mulai April ini.

    Secara terpisah, Gubernur Bank Rakyat Cina, Yi Gang, meminta komunitas internasional untuk tidak menerapkan "nasionalisme vaksin" agar distribusi vaksin COVID-19 bisa merata, terutama ke negara berkembang. Hal itu ia inyatakan menyusul melambannya distribusi vaksin di berbagai negara.

    "Komunitas internasional perlu bekerjasama untuk mencegah nasionalisme vaksin. Perkuat kooperasi dan koordinasi untuk melawan COVID-19, selain itu tingkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan dari vaksin COVID-19 untuk negara berkambn," ujar Yi Gang dalam suratnya ke IMF, Lembaga Dana Moneter Internasional.

    Sejauh ini, ujar Yi Gang, Cina sudah mengekspor vaksin ke 40 negara dan berencana meningkatkannya ke 80 negara. Selain itu, sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 akan disumbangkan melalui COVAX, lembaga bentukan WHO yang ditujukan untuk pemerataan vaksin.

    Baca juga: Surat Terbuka 24 Ilmuwan Dunia Tolak Hasil Studi Covid-19 WHO dan Cina

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.