Narendra Modi Prioritaskan Vaksin Corona untuk Lansia dan Orang Miskin

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM India, Narendra Modi, berada pada urutan pertama polling Person of The Year TIME 2014 sementara dengan jumlah pemilih 13,6 %.  PRAKASH SINGH/AFP/Getty Images

    PM India, Narendra Modi, berada pada urutan pertama polling Person of The Year TIME 2014 sementara dengan jumlah pemilih 13,6 %. PRAKASH SINGH/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri India Narendra Modi pada Kamis, 8 April 2021, menolak seruan dari negara-negara bagian agar mau mengizinkan pemberian vaksin virus corona kepada anak-anak muda. Dengan begitu, diharapkan hal ini bisa membantu menekan angka penyebaran wabah virus corona di India.

    Di India, saat ini yang boleh mendapatkan imunisasi vaksin virus corona adalah mereka yang berusia 45 tahun ke atas dan para tenaga kesehatan.

    “Bukan Anda yang mendirikan pabrik-parbik vaksin ini dalam semalam. Berapa pun produksi yang kita punya, kita harus membuat prioritas. Di banyak kota-kota, prioritas terbesar adalah lansian dan orang miskin. Kita harus menjadikan mereka prioritas,” kata Modi.

    Baca juga: Narendra Modi Kunjungi 3 Pusat Pengembangan Vaksin Virus Corona

    Petugas rumah sakit melakukan swab test untuk menditeksi virus corona atau Covid-19 di Indian Wells, California, 26 Maret 2020. REUTERS/Lucy Nicholson

    Banyak negara bagian di India menjadi tempat-tempat pusat produksi vaksin virus corona di dunia, namun merekan mengeluhkan karena di dalam negeri sendiri terjadi kekurangan pasokan vaksin Covid-19, bahkan vaksin untuk kelompok prioritas.

    Sebelumnya Kementerian Kesehatan India mengklaim tidak ada kekurangan pasokan vaksin virus corona untuk kelompok orang-orang yang berhak mendapatkan vaksin virus corona. Sebab stok ada lebih dari 43 juta dosis vaksin.

    India melakukan imunisasi vaksin virus corona pada sekitar 4 juta orang per hari. Namun pusat-pusat imunisasi vaksin virus corona di beberapa negara bagian di India, termasuk negara bagian Maharashtra, tutup lebih awal dari jadwal. Sebab kehabisan suplai vaksin virus corona sehingga membuat orang-orang yang hendak di vaksin pulang lagi ke rumah. Negara bagian Odisha bahkan telah menutup separuh tempat imunisasi vaksin virus corona di sana.

    India sejauh ini telah mendistribusikan 92 juta dosis vaksin virus corona. Jumlah itu terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina.

    Pada Kamis, 8 April 2021, India melaporkan ada 126.789 kasus baru infeksi virus corona. Angka harian Covid-19 di India menembus 100 ribu kasus untuk pertama kalinya pada Senin, 12 April 2021.         

        

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H