Australia Ganti Vaksin Virus Corona AstraZeneca ke Pfizer

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre di klinik pengujian penyakit virus corona (COVID-19) di Rumah Sakit Mona Vale setelah wabah baru corona terdeteksi di daerah Pantai Utara Sydney, Australia, 18 Desember 2020. [REUTERS / Loren Elliott]

    Orang-orang mengantre di klinik pengujian penyakit virus corona (COVID-19) di Rumah Sakit Mona Vale setelah wabah baru corona terdeteksi di daerah Pantai Utara Sydney, Australia, 18 Desember 2020. [REUTERS / Loren Elliott]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat, 9 April 2021 mengkonfirmasi telah menaikkan sampai dua kali lipat pembelian vaksin virus corona dari Pfizer Inc. Australia sedang bongkar-ulang rencana imunisasi massalnya setelah muncul kemungkinan terjadi pembekuan darah pada vaksin virus corona AstraZeneca Plc.

    Kebijakan untuk mengubah secara efektif ke vaksin merek Pfizer berlaku sampai akhir program inokulasi atau imunisasi vaksin virus corona, yakni pada akhir Oktober 2021.

    “Ini bukan berarti vaksin virus corona AstraZeneca dilarang. Bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, sangat direkomendasikan menggunakan vaksin AstraZeneca,” kata Morrison, usai melakukan pertemuan kabinet untuk mendiskusikan pandemi Covid-19 di negaranya.

    Baca juga: Australia Tetapkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Atas 50 Tahun

    Scott Morrison. REUTERS

    Sampai Kamis malam, 8 April 2021, program vaksin virus corona di Australia sebagian besar masih menggunakan vaksin AstraZeneca. Australia tadinya berharap bisa memberikan 50 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca, yang cukup untuk mengimunisasi 25 juta populasinya.

    Akan tetapi, Australia pada akhir sama seperti beberapa negara lainnya di dunia, melarang penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca pada untuk kondisi tertentu karena waswas terjadi pembekuan darah. Otoritas kesehatan setempat, juga mengubah rekomendasi mereka agar orang yang berusia di bawah 50 tahun menggunakan vaksin virus corona Pfizer saja. Di Australia, ada sekitar 12 juta orang yang berusia di bawah 50 tahun.

    Dampak dari perubahan ini, Australia menaikkan sampai dua kali lipat jumlah pembelian vaksin virus corona ke Pfizer atau 40 juta dosis yang diharapkan cukup untuk menyuntikkan empat-per-lima populasinya. Negeri Kangguru itu berharap, bisa melakukan imunisasi vaksin virus corona pada warganya sampai akhir 2021.  

    Australia sekarang ini sudah membuka zona bebas karantina untuk negara-negara tetangganya, seperti Selandia Baru. Perdana Menteri Morrison berharap hal serupa bisa diberlakukan kepada wilayah lain.  

    “Semakin banyak warga Australia yang mendapat imunisasi vaksin virus corona, semakin banyak lingkungan yang bisa mendapatkan kelonggaran seperti yang telah saya sebutkan,” kata Morrison.

       

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H