Pengungsi Palestina Gembira Amerika Serikat Hidupkan Dana Bantuan

Warga Palestina menghangatkan diri di sekitar api tungku di area permukiman kumuh sebuah kamp pengungsi saat cuaca badai di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Kamis, 26 November 2020. (Xinhua/Yasser Qudih)

TEMPO.CO, JakartaPengungsi Palestina pada Kamis, 8 April 2021, menyambut gembira pengumuman dari Amerika Serikat, yang akan menghidupkan kembali bantuan kemanusiaan untuk mereka. Kebijakan baru tersebut menandai berakhirnya era Trump.

“Kami sungguh gembira. Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya sudah mencoba untuk menghentikan semua pendanaan ke masyarakat Palestina,” kata Ahmed Odeh, pengungsi Palestina yang berlindung di kamp Deheisheh, Bethlehem.   

Sebelumnya pada Rabu, 7 April 2021, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan akan mengucurkan dana sebesar USD.235 juta atau Rp3,4 triliun ke masyarakat Palestina. Amerika Serikat juga akan memulai pendanaan pada UNRWA, yakni badan PBB yang menangani 5,7 juta pengungsi Palestina.

Baca juga: Joe Biden Tepati Janji Kampanyenya Soal Palestina

Warga Palestina menghangatkan diri di sekitar api tungku di area permukiman kumuh sebuah kamp pengungsi saat cuaca badai di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 26 November 2020. (Xinhua/Yasser Qudih)

Kebijakan itu menjadi tanda yang sangat jelas bahwa Biden tampak ingin memperbaiki hubungan dengan masyarakat Palestina.

“Segala pendanaan bagi kamp-kamp pengungsi dan pengungsi itu sendiri adalah itikad yang bagus dan baik untuk kita semua. Masyarakat tidak bekerja, khususnya selama pandemi Covid-19,” kata Subhi Allian, 71 tahun, pengungsi yang tinggal kamp pengungsi dekat Tubas.

Sebagian besar pengungsi yang terdaftar di UNRWA adalah keturunan dari 700 ribu warga Palestina, yang dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka atau melarikan diri dari perang 1948, yang mengarah pada terbentuknya Israel.

Banyak dari mereka ingin kembali ke tanah kelahiran mereka yang pada 1948 adalah Palestina, namun sekarang telah menjadi Israel. Israel menolak segala bentuk ancaman hak demografi bagi masyarakatnya yang sebagian besar pemeluk Yahudi.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat dan PBB Gilad Erdan menyuarakan kekecewaannya dan keberatan atas upaya menghidupkan kembali UNRWA, tanpa melakukan reformasi di tubuh lembaga itu. Sebab sekolah-sekolah yang di dirikan UNRWA biasanya mengajarkan pelajaran yang menghasut untuk melawan Israel dan memutar-balikkan definisi UNRWA.  

Presiden Biden rencananya akan menggelontorkan dana sampai USD.150 juta (Rp.2,1 triliun) kepada UNRWA. Badan-badan resmi lainnya diharapkan mau mengikuti langkah Amerika Serikat ini.       

Sumber: Reuters






China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

55 menit lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


Dikejar Tentara Israel, Bocah Palestina Berusia 7 Tahun Tewas

2 jam lalu

Dikejar Tentara Israel, Bocah Palestina Berusia 7 Tahun Tewas

Seorang bocah Palestina berusia 7 tahun meninggal karena gagal jantung saat dikejar tentara Israel di Kota Bethlehem, Tepi Barat


Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

20 jam lalu

Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

Skuad asuhan Bima Sakti menjalani laga uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-17. Timnas U-17 menang dari tim PPLP Kemenpora.


AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

23 jam lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

1 hari lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

1 hari lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

1 hari lalu

Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

Pasukan Israel membunuh empat pria bersenjata Palestina di sebuah kota yang menjadi titik fokus kampanye penggerebekan di Tepi Barat.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

1 hari lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


Kualifikasi Piala Asia U-17, Bima Sakti Coret 4 Pemain Timnas U-16

1 hari lalu

Kualifikasi Piala Asia U-17, Bima Sakti Coret 4 Pemain Timnas U-16

Timnas U-16 akan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Indonesia satu grup bersama Malaysia, Palestina, Uni Emirat Arab, dan Guam.