Australia Tetapkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Atas 50 Tahun

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas pengujian virus corona  yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

    Fasilitas pengujian virus corona yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat pagi, 9 April 2021, mengumumkan pihaknya tidak akan memberikan vaksin virus corona AstraZeneca kepada mereka yang berusia di bawah 50 tahun. kebijakan itu diambil menyusul konfirmasi terhadap risiko, yang jarang namun serius, yakni pembekuan darah.   

    Sebisa mungkin, Australia akan memberikan mereka yang berusia di bawah 50 tahun hanya vaksin Pfizer. Perubahan ini juga berkaca pada kejadian sejumlah kecil orang yang usianya lebih muda dari batasan tersebut, mengalami penyumbatan darah setelah menerima vaksin virus corona AstraZeneca.

    “Penggunaan vaksin Pfizer lebih diutamakan ketimbang AstraZeneca bagi orang dewasa usia kurang dari 50 tahun, yang belum mendapatkan dosis pertama vaksin virus corona AstraZeneca,” kata Paul Kelly, Kepala bidang medis Australia.

    Baca juga: Distribusi Vaksin COVID-19 COVAX Capai 100 Negara

    Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

    Menurut Kelly, keputusan ini berdasarkan tingginya risiko komplikasi dari Covid-19. Orang yang usianya lebih tua, potensi untuk mengalami pembekuan darah lebih rendah. Kendati demikian, Kelly yang sudah bergelar profesor menekankan pembekuan darah yang fatal masih sangat jarang terjadi.

    Kelly mengatakan Vaksin AstraZeneca seharusnya hanya boleh diberikan pada orang dewasa usia di bawah 50 tahun. Namun jelas, vaksin virus corona AstraZeneca ini lebih banyak manfaatnya ketimbang mudhorotnya.

    Sebelumnya, Australian Technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI) melakukan evaluasi. Hasilnya, ATAGI menerbitkan sejumlah rekomendasi soal strategi vaksin.

    Dalam pernyataan tertulis, AstraZeneca menyatakan menerima keputusan pemerintah Australia. Namun juga menekankan bahwa kejadian pembekuan darah itu sangat jarang terjadi.   

    “Keamanan pasien masih tetap menjadi prioritas AstraZeneca. Ada puluhan juta orang yang sudah mendapatkan vaksin virus corona kami di seluruh dunia. Kumpulan data yang luas menunjukkan keefektifannya dan menegaskan kembali vaksin kami bisa berperan selama krisis kesehatan publik ini,” demikian pernyataan AstraZeneca.   

    Sumber: news.com.au


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.