Angka Kasus COVID-19 Tinggi, Selandia Baru Tolak Pelancong dari India

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk menutup dulu akses masuk bagi pendatang asal India, apapun kewarganegaraannya. Dikutip dari kantor berita Reuters, keputusan itu diambil menyusul tingginya angka kasus COVID-19 yang datang bersama pelancong dari negara tersebut. Pada Kamis ini, misalnya, ada 23 kasus COVID-19 baru yang 17 di antaranya dari pendatang asal India.

Adapun penutupan itu tidak akan bersifat permanen. Pemerintah Selandia Baru menyatakan penutupan akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan per 11 April nanti, pukul 16,00 waktu setempat. Pendatang yang disasar adalah mereka yang masuk dari India ataupun sempat berkunjung ke India selama dua pekan terakhir.

"Walaupun angka kasus COVID-19 dari pendatang asal India yang memicu pembatasan ini, saya tegaskan bahwa kami mencoba mengendalikan kasus COVID-19 impor dari negara manapun. Jadi, ini bukan kebijakan yang spesifik ke negara tertentu," ujar PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, Kamis, 8 April 2021.

Ardern melanjutkan, perubahan-perubahan mungkin dilakukan terhadap keputusan pembatasan yang diambil. Hal itu akan mengacu pada manajemen resiko yang berlangsung selama pembatasan berlaku. Adapun Ardern menambahkan bahwa ia akan mengkaji kembali prasyarat pendatang asal luar negeri harus menjalani tes COVID-19 dulu sebelum berkunjung.

"Kami akan mengecek kembali apakah ada masalah keakurasian terhadap tes COVID-19 sebelum berkunjung ke Selandia Bari. Penutupan akses ini menjadi kesempatan kami untuk melakukan evaluasi dan mempelajari problem yang ada secara lebih menyeluruh," ujar Ardern.

Per berita ini ditulis, situasi pandemi COVID-19 di India memang memburuk. Menurut data WorldOMeter, India mencatatkan 12,9 juta kasus dan 166 ribu kematian akibat COVID-19. Adapun per harinya India bisa mencatatkan kasus baru hingga 100 ribu lebih. Pada Rabu kemarin, misalnya, tercatat ada 126 ribu kasus baru di India.

Situasi di Selandia Baru kontras dengan India. Akibat kebijakan pembatasan sosialnya yang ketat, termasuk lockdown yang berlangsung lebih awal dan panjang, Selandia Baru berhasil menekan penularan lokal hingga nyaris nol.

Kamis ini saja, Selandia baru hanya menemukan 1 kasus penularan COVID-19 lokal dan itu berasal dari petugas medis yang berjaga di pusat isolasi. Adapun total kasus COVID-19 di Selandia Baru selama ini ada 2555 orang. 

Baca juga: Travel Bubble Australia - Selandia Baru Bebas Karantina COVID-19 Mulai 19 April

ISTMAN MP | REUTERS







Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India Tak Lama Setelah Diluncurkan

3 jam lalu

Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India Tak Lama Setelah Diluncurkan

Batch pertama unit iPhone 14 buatan India diperkirakan akan diluncurkan akhir tahun ini.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

17 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

1 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

1 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Resepsionis Tewas Dibunuh Putra Petinggi Partai BJP, Warga India Unjuk Rasa

1 hari lalu

Resepsionis Tewas Dibunuh Putra Petinggi Partai BJP, Warga India Unjuk Rasa

Massa berunjuk rasa di India menuntut penyelidikan pembunuhan seorang gadis oleh putra petinggi Partai Bharatiya Janata


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


5 Klan Kapoor Mendominasi Film Bollywood, Selain Kareena Kapoor Siapa Lagi?

2 hari lalu

5 Klan Kapoor Mendominasi Film Bollywood, Selain Kareena Kapoor Siapa Lagi?

Bagi para penggemar Bollywood pasti sudah tidak asing lagi dengan nama klan Kapoor. Keluarga Kapoor mendominasi dunia hiburan di India dari generasi ke generasi. Siapa saja klan Kapoor dalam film Bollywood?


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

3 hari lalu

RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

Zulkifli Hasan menuturkan ada delapan kesepakatan dagang yang diteken oleh perusahaan-perusahaan asal Indonesia dan India.


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022